"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 13:22-30;

Luk 13:22
Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Luk 13:23
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Luk 13:24
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Luk 13:25
Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
Luk 13:26
Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
Luk 13:27
Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
Luk 13:28
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
Luk 13:29
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
Luk 13:30
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."
---------

Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!

Saudaraku,
Tuhan Yesus berkata, "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!"
Sayangnya, menemukan keselamatan membutuhkan usaha yang jauh lebih besar daripada yang kebanyakan orang rela lakukan.
Tentu saja, kita tidak dapat menyelamatkan diri sendiri, tetapi kita harus sangat menginginkannya agar dapat memperolehnya.
Kita harus menginginkannya berapa pun harganya.
Keinginan itu harus mengalahkan semua prioritas lain dalam hidup kita.
"Berusaha" itu bisa berarti "berjuang", yang juga berarti mengerahkan segenap tenaga. melakukan yang terbaik, mengerahkan segenap upaya.
"Seperti rusa yang haus air, demikianlah jiwaku merindukan-Mu, ya Allah."
Saya sangat suka analogi itu.
Itu adalah contoh yang baik tentang perjuangan.

Saudaraku,
Tuhan Yesus memberi tahu kita dengan sangat jelas bahwa itu tidak akan mudah, tetapi juga bukan tidak mungkin.
Sayangnya ada banyak sekali pengajaran, keselamatan adalah anugerah cuma-cuma, jika demikian mengapa Tuhan Yesus mengatakan "berjuanglah" untuk masuk melalui pintu yang sesak itu?
Hidup didalam Kristus adalah perjalanan iman, bukan iman intelektual di kepala, tetapi iman hati yang akan menempatkan kita di jalan Golgota, sama seperti Tuhan Yesus, hidup ini tidak lepas dari pergumulan, tidak lepas dari salib.

Saudaraku,
sempitnya pintu itu memberikan pelajaran penting bagi kita.
Artinya kita harus sungguh-sungguh "terbebas dari keduniawian", sejatinya keduniawianlah yang menghalangi kita masuk dalam kehidupan didalam Kristus.
Menjadi orang baik saja tidak cukup.
Menjadi religius saja tidak cukup.
Hati-hati, banyak pengajaran bahwa seseorang akan masuk surga dengan percaya kepada Tuhan Yesus saja untuk keselamatan mereka.
Adapula pengajaran, masuk ke dalam kerajaan surga melalui perbuatan baik mereka.
Dan yang lain mengandalkan sifat Tuhan, mereka percaya bahwa Tuhan adalah kasih dan oleh karena itu semua orang akan masuk.
Jika demikian, wafat Tuhan Yesus di kayu salib tidak ada gunanya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 24 Agustus 2025

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami
Dan kami sungguh sangat sadar bahwa hidup bersamaMu tidaklah mudah
Seperti wafatMu di kayu salib, kami juga harus berani menyalibkan keinginan daging
Maka setiap hari kami membutuhkan pertolongan dan rahmatMu
Supaya dalam keadaan apapun Kau dapati kami setia

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 23:1-12;

Mat 23:1
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
Mat 23:2
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Mat 23:3
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Mat 23:4
Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Mat 23:5
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
Mat 23:6
mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
Mat 23:7
mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
Mat 23:8
Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
Mat 23:9
Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Mat 23:10
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Mat 23:11
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Mat 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
---------

Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan

Saudaraku,
dalam pengelolaan harta benda dunia ini, manusia telah membagi ranah kehidupan menjadi tinggi dan rendah, kecil dan besar, sukses dan hancur, mampu dan tidak mampu.
Para pencipta tatanan ini telah memanfaatkan praktik ini untuk memiliki lebih banyak kekuasaan atas orang lain dan bersikeras agar mereka dihormati, dihargai dan dipatuhi oleh orang lain.
Pola kehidupan seperti itu telah menyebabkan penyalahgunaan kekuasaan, perlakuan tidak adil terhadap sesama, persaingan antarmanusia, dan kecenderungan untuk membandingkan satu sama lain.
Sebagai solusi atas masalah-masalah tersebut, Tuhan Yesus menyarankan: "Barangsiapa terbesar di antara kamu hendaklah menjadi pelayanmu".

Saudaraku,
tentunya kita mengetahui tentang "senioritas" bukan hanya di TNI atau PNS, namun juga di berbagai tempat kerja.
Sering terjadi seseorang yang merasa "senior" menekan rekan kerjanya sendiri.
Dalam situasi seperti itu, seseorang tidak hanya melihat perlakuan tidak adil terhadap seseorang, tetapi juga kurangnya rasa hormat terhadap rekan kerja.
Perilaku seperti itu menunjukkan kebutuhan manusia akan otoritas dan dominasi atas orang lain.
Berdasarkan posisi yang lebih tinggi di tempat kerja, seseorang mencoba "menentukan nilai dan kehormatan orang lain".
Seseorang juga mencoba menentukan tempat orang lain dalam lingkaran pergaulan.

Saudaraku,
kehormatan dan rasa hormat dalam hidup tidak bergantung pada senioritas, usia atau kedudukan seseorang dalam masyarakat.
Justru karena menjadi sesama manusia dan bertetangga, kita semua dipanggil untuk menghormati dan menghargai orang lain di sekitar kita. Ketika kita menambahkan perbuatan baik, kita membangkitkan rasa hormat dan penghargaan terhadap kita dalam diri orang lain.
"Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan".
Itulah kunci untuk mendapatkan rasa hormat dan otoritas dari orang lain.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 23 Agustus 2025

Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan kerendahan hati yang sempurna
Kami mohon ubahlah hati kami menjadi seperti hatiMu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk mrnyingkirkan pikiran-pikiran yang sombong

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Matius 22:34-40;

Mat 22:34
Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
Mat 22:35
dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
Mat 22:36
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
Mat 22:37
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Mat 22:38
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Mat 22:39
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mat 22:40
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
---------

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu

Saudaraku,
ada yang mengatakan keberadaan dosa, dosa pribadi, tanggung jawab pribadi.
Jika manusia berbuat jahat, itu karena terlalu banyak orang di bumi dan tidak cukup sumber daya atau karena mereka dibesarkan dalam keluarga yang berantakan atau dalam kemiskinan.
Jika ada keputusan yang buruk, itu karena sistemnya rusak.
Ada yang mengatakan tidak ada cukup kesejahteraan, yang lain mengatakan terlalu banyak.
Ada yang mengatakan tidak ada cukup kebebasan, yang lain mengatakan terlalu banyak kemerdekaan.

Saudaraku,
Allah membenci dosa, tetapi Dia lebih dulu mengasihi kita.
Belas kasih-Nya tak berkesudahan.
Allah lebih suka dianggap sebagai "Bapa" yang memampukan anak-anak terkasih-Nya untuk hidup dalam kehendakNya daripada memberikan kesempatan untuk bertobat dan disembuhkan.
Itulah salah satu alasan Dia memanggil kita untuk mengasihi sesama seperti diri kita sendiri, sekalipun sesama kita menganggap kita sebagai musuh. Ingatlah, Allah Bapa begitu mengasihi kita sehingga Ia memberikan AnakNya yang tunggal kepada kita.
Ketika kita diperbudak oleh dosa yang mematikan, Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, supaya kita bertobat dan menerima pengampunan Allah.

Saudaraku,
penghakiman Allah itu benar karena Dia telah memperlakukan kita semua orang berdosa berdasarkan kasih karunia-Nya.
Namun, pengampunan-Nya bukanlah segalanya, dengan pengampunan datanglah kasih karunia yang nyata, kasih karunia tindakan, kasih karunia yang memampukan kita berbuat baik, bukan hanya menghindari kejahatan.
Kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.
Perintah itu tidak akan berarti apa-apa tanpa ketaatan, tetapi sengsara, wafat dan Kebangkitan Tuhan Yesus, yang terkristalisasi dalam Tubuh, Darah, Jiwa dan Keilahian-Nya yang bangkit yang kita terima dalam Komuni Kudus, memberi kita kekuatan itu, energi ilahi itu, kasih karunia itu. Lebih jauh lagi, dengan segala kerendahan hati dan kelembutan, dengan kesabaran, saling menanggung dalam kasih dan berusaha memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 22 Agustus 2025

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau membawa kami kedalam kasih PuteraMu
Engkau memelihara kami dengan kuasaMu
Dan Engkau mampukan kami meneladan PuteraMu
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup setia dan mengasihiMu dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa

Injil Matius 22:1-14;

Mat 22:1
Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
Mat 22:2
"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
Mat 22:3
Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
Mat 22:4
Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
Mat 22:5
Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
Mat 22:6
dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
Mat 22:7
Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
Mat 22:8
Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
Mat 22:9
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
Mat 22:10
Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
Mat 22:11
Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
Mat 22:12
Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
Mat 22:13
Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
Mat 22:14
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
---------

Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih

Saudaraku,
Kehendak ilahi bagi manusia cukup jelas, baik dari Kitab Suci maupun Tradisi.
Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya.
Allah menciptakan pria dan wanita untuk bersatu, untuk membentuk keluarga dan akhirnya untuk diangkat menjadi anak-anak-Nya sendiri.
Itulah kehendak Allah sejak awal.

Saudaraku,
Orang tua pertama kita memutuskan untuk tidak mengikuti rencana Allah.
Mereka ingin merebut keilahian di bawah bimbingan pemberontak awal itu, setan.
Rencana menyedihkan mereka sia-sia, bahkan lebih buruk lagi.
Semua manusia tertawan oleh dosa dan kematian.
Semua orang memberontak.
Allah punya Rencana B, tetapi rencana itu melibatkan penderitaan dan kematian, serta penantian panjang akan kedatangan Juru Selamat.

Saudaraku,
kita menerima undangan Bapa dan secara sakramental mempersatukan diri dengan kehendak-Nya, maka kita seharusnya selalu mengusahakan hidup dalam kehendakNya.
Kita adalah alat kasihNya.
Maka marilah kita bersikap baik dan bertindaklah seperti Tuhan Yesus.
Janganlah terjebak dalam keduniawian.
Hidup kita harus memiliki tujuan ilahi dan selamanya menjadi manusia yang diciptakan dan bertindak menurut gambar dan rupa Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 21 Agustus 2025

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah membawa kami kepada PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau satukan kami dengan umatMu yang sangat Engkau kasihi
Kami berdoa untuk umat pilihanMu
Berikanlah rahmat kekuatan kepada mereka untuk hidup setia dalam iman
Supaya dalam segala keadaan Kau dapati kami hidup benar dihadapanMu

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa

Injil Matius 20:1-16;

Mat 20:1
"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
Mat 20:2
Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Mat 20:3
Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
Mat 20:4
Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
Mat 20:5
Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
Mat 20:6
Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
Mat 20:7
Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
Mat 20:8
Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
Mat 20:9
Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
Mat 20:10
Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
Mat 20:11
Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
Mat 20:12
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
Mat 20:13
Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Mat 20:14
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
Mat 20:15
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Mat 20:16
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
---------

Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari

Saudaraku,
pemilik kebun anggur cukup murah hati untuk memberi mereka pekerjaan dan membayar mereka masing-masing dengan upah yang dianggap adil.
Tuhan Yesus ingin kita memandang Bapa dengan cara seperti itu.
Beberapa dari kita beriman kepada Kristus, sejak kanak-kanak.
Yang lain beriman saat dewasa dan beberapa beriman di usia yang sudah lanjut.
Dan mungkin ada yang masih bergumul untuk menerima iman dalam Kristus.
Semuanya baik-baik saja, Bapa akan memberi kita semua yang kita butuhkan, apa pun tingkat iman kita.

Saudaraku,
kita hidup untuk bekerja di kebun anggur Bapa terkasih.
Mari kita mohon pertolongan kepadaNya supaya kita bisa memahami kebijaksanaan sejati, untuk melihat setiap apa yang terjadi dalam hidup kita sebagai tanda kasih-Nya.
Kita harus selalu menyadari ketergantungan kita kepadaNya dan kehendakNya untuk menyelamatkan kita.
Belas kasihNya selalu tersedia bagi kita dan Roti Kehidupan yang selalu diberikan kita.
Hidup kita harus bisa "menjadi jalan" bagi setiap orang yang merindukan belas kasihNya dan menjadi perwujudan bahwa Ia mengasihi dunia.

Saudaraku,
tidak ada kata terlambat untuk bertobat dan masuk ke dalam kerajaan Allah.
Jauhilah dosa dan percayalah kepada Injil, serta luangkan waktu yang tersisa untuk mengabarkan pesan Kristus yang penuh sukacita.
Hiduplah di dalam Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 20 Agustus 2025

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah memilih kami untuk bekerja di kebun anggurMu
Kami mohon jauhkanlah kami dari keluh kesah
Sebab kami sungguh percaya Engkau telah menyediakan upah bagi kami
Yaitu hidup kekal bersamaMu dalam sukacita abadi

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa