"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 1:14-20;

Mrk 1:14
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
Mrk 1:15
kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
Mrk 1:16
Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Mrk 1:17
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Mrk 1:18
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
Mrk 1:19
Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
Mrk 1:20
Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.
--------

Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Saudaraku,
mengapa Tuhan Yesus memilih nelayan, orang-orang yang sederhana untuk menjadi murid-Nya?
Bukankah ada para imam dari suku lewi dan ada para ahli-ahli taurat.
Pertanyaan selanjutnya:
Mengapa Tuhan Yesus memilih kita?
Setiap dari kita punya latar belakang dan cara yang berbeda-beda dalam mendengar panggilan Tuhan Yesus.
Namun Tuhan memanggil kita untuk tujuan yang sama yaitu sebagai penjala manusia.
Menjala beda dengan memancing.
Menjala menangkap ikan dengan menebarkan jala.
Ya, kita telah menerima jala dari Tuhan Yesus, yaitu jala kasih.
Saya tidak baptis bayi, saya termasuk orang yang terjerat oleh jala kasih Kristus.
Beberapa yang menebarkan jala kasih, saat ini ikut membaca tulisan saya setiap pagi.
Yaitu teman seumuran saya waktu kecil dan kakak-kakak angkatan saya.
Mereka menampilkan kehidupan Kritus, mereka membawa kasih Kristus, hidup mereka berbeda dengan dunia.
Saya melihat TUHAN YESUS dalam keluarga mereka, dalam ucapan dan perbuatan mereka, dalam sikap mereka terhadap orang lain.
Dan mereka orang-orang desa yang sederhana.
Saya selalu berdoa untuk mereka, supaya tetap setia hidup dalam kasih Kristus dimanapun mereka berada.

Saudaraku,
jangan egois, kita telah menerima banyak kebaikan dari Allah.
Saya sangat-sangat yakin kita masing-masing telah dibekali oleh Tuhan Yesus untuk menjadi penjala manusia.
Saya ingatkan kembali, dihadapan kita ada yang hitam, supaya kita melihat dengan sangat jelas yang putih.
Sebodoh-bodohnya orang, pasti mampu membedakan putih dan hitam.
Sebodoh-bodohnya orang, pasti mampu membedakan siang dan malam.
Mari tebarkanlah JALA KASIH KRISTUS sekarang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 14 Januari 2019

Bapa yang Maha Kasih
Engkau menghendaki persembahan hidup
Engkau tidak ingin manusia mati karena dosa
Engkau berkenan kepada pertobatan orang fasik dari kelakuannya supaya memperoleh hidup

Terimakasih ya Bapa
Engkau telah memilih kami
Kami akan berusaha hidup benar dalam Roh-Mu
Sehingga hidup kami penuh kasih, sukacita, damai sejahtera, sabar dan murah hati
Dan kasih kebaikan-Mu terpancar melalui hidup kami setiap hari
Supaya semakin banyak orang yang melihat keselamatan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 3:15-16, 21-22;

Luk 3:15
Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
Luk 3:16
Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
--------
Luk 3:21
Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
Luk 3:22
dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
--------


Saudaraku,
Mengapa Tuhan Yesus dibaptis, bukankah Ia Anak Allah?

Ia menjadi manusia seperti kita.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita(Bdk Yoh 1:14)

1. TUHAN YESUS MEMBERIKAN TELADAN
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.(Bdk Yoh 3:5)

2. TUHAN YESUS SEBAGAI MANUSIA TURUT MERASAKAN KELEMAHAN-KELEMAHAN KITA
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.(Ibr 4:15)

Jadi jangan menganggap remeh tentang baptisan, baptisan bukan sekendar simbol, baptisan adalah lahir baru.
Hendaknya kita selalu menyadari bahwa kita sekarang ini hidup baru dalam Roh.
Maka apabila kita masih melayani keinginan duniawi, sama saja meremehkan baptisan.

Saudaraku,
Tuhan Yesus berjalan bersama-sama dengan kita, dalam peziarahan kita di bumi ini.
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.(Bdk Ibr 4:16)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 13 Januari 2019

Sabda-Mu ya Bapa
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging
Dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh

Bapa
Kami mengucapkan syukur dan terimakasih
Karena Engkau telah melahirkan kami kembali dalam Roh
Sehinga kami memiliki mata dan telinga yang baru
Kami melihat begitu besarnya kasih-Mu
Dan terdengar di telinga kami nyanyian surgawi
Yang menjadi kekuatan kami untuk tetap setia dijalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 3:22-30;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 3:26
Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."
Yoh 3:27
Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
Yoh 3:28
Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
Yoh 3:29
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Yoh 3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
--------

tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya

Saudaraku,
apakah ada yang telah bosan mendengar kata perutusan?
Mungkin tidak bosan tetapi kata itu tidak lagi bermakna dan tidak lagi menjadi pustaka hidup.
Pagi ini saya hanya coba untuk menyegarkan iman kita dalam Kristus, bahwa kita memiliki tugas perutusan.
Hidup seorang Kristen tidak lagi tentang dirinya sendiri, namun perwujudan Kristus.
Mari selalu berusaha dengan sangat keras, untuk tidak menampilkan hal-hal yang bertentangan dengan kasih Kristus.
Menjalani hidup dengan penuh semangat setiap hari dalam segala keadaan.
Minimal kita harus bisa memberikan pengajaran dan teladan bagi keluarga kita sendiri.
Saudara mungkin bisa menyekolahkan anak-anak Saudara ke sekolah favorit dan mahal, bahkan sampai ke negara lain.
Tetapi bekal hidup seseorang tidak cukup dengan ilmu yang dipelajarinya, manusia makhluk sosial maka selalu melihat orang lain atau mencari sosok yang akan dijadikan teladan.
Maka kesaksian hidup seseorang menjadi sangat penting, sebab kesaksian hidup adalah guru yang terbaik.
Jadi setiap orang Kristen harus selalu sadar bahwa hidupnya membawa suara dan kehadiran Allah.

Saudaraku,
Yohanes Pembatis diutus untuk mendahului Tuhan kita Yesus Kristus.
Sekarang tugas kita untuk meneruskan kasih Kristus kepada seluruh umat manusia.
Maka mari dengan gembira hati kita menjalani perutusan itu.
Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"(Bdk Yes 6:8)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 12 Januari 2019

Setiap pagi dengan gembira hati kami menyapa Engkau ya Bapa
Kami merasakan sukacita dan damai saat bersama-Mu
Dan kami sangat berbahagia karena kami melihat keselamatan
Kami mohon ya Bapa
Roh Kudus-Mu yang selalu menjaga dan menuntun kami
Sehingga hidup kami bisa menjadi pancaran kasih dan kebaikan-Mu
Dan hidup kami sebagai panggung untuk menampilkan karya-karya-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 5:12-16;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 5:12
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Luk 5:13
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Luk 5:14
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
--------

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir.

Saudaraku,
Tuhan Yesus sangat bisa menyembuhkan orang yang sakit kusta dari jauh tanpa menyentuh.
Tetapi Ia mengulurkan tangan-Nya menjamah orang yang sakit itu.
Ini menjadi tantangan perwujudan iman bagi kita yaitu: menyentuh yang tak tersentuh.
Dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang adalah perhatian pada KLMTD yaitu mereka yang Kecil, Lemah, Miskin, tersingkir dan Difabel.
Mereka biasanya tersentuh hanya musiman misalnya dalam masa-masa perayaan hari besar keagamaan.
Perhatian kepada KLMTD adalah representasi kehadiran Kristus maka sebaiknya dijadikan arah hidup oleh anak-anak Allah.
sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.(Bdk Mat 25:40)

Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam
Pergi kepada imam adalah sarana untuk penerimaan kembali, tidak lagi dikucilkan.
Apakah hanya mereka yang tersingkir yang membutuhkan pengakuan atau motivasi agar kembali memiliki pengharapan?
Saya kira banyak juga orang sebenarnya dalam kondisi tersingkir, karena tidak terpenuhinya berbagai keinginan lalu patah semangat dan tidak lagi memiliki daya juang, bukan semata-mata karena kemiskinan atau difabel.

Saudaraku,
saya segarkan kembali bahwa kita anak-anak Allah hidup dalam iman, kasih dan pengharapan.
Yang menjadi sumber kekuatan kita dan yang selalu mendorong kita untuk menyentuh yang tak tersentuh.
Mari kita bersyukur karena Allah kita adalah Allah yang penuh kasih, dan yang mencukupkan kebutuhan kita.
Oleh karena itu kita sudah selayaknya, bahkan harus mewujudkan kasih itu dalam kehidupan kita sehari-hari.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 11 Januari 2019

Ya Tuhan Allah kami
Ada dalam penglihatan kami
Orang-orang yang hidupnya berkenan dihadapan-Mu
Mereka yang rela menyediakan diri untuk sesamanya
Kami merasa masih terlalu sedikit berkarya dalam kasih-Mu
Kami mohon ya Bapa
Engkau menyingkirkan ke-egoisan kami
Engkau tumbuhkan kepekaan dalam hati kami
Meringankan langkah kami untuk menyentuh setiap orang yang membutuhkan uluran tangan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 4:14-22;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 4:17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
Luk 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Luk 4:19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Luk 4:20
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Luk 4:21
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
--------

penglihatan bagi orang-orang buta

Tidak akan pernah bisa memiliki visi jika tidak bisa melihat.
Lalu untuk mencapai visi itu diperlukan pula pendengaran dan ketaatan.

Saudaraku,
mari mengucap syukur kepada Allah Bapa kita karena kita telah menerima kabar baik.
Mata kita dibuatnya melihat, telinga kita dibuatnya mendengar dan kita telah dibebaskan dari budak keinginan diri.
Dan itu adalah sebuah panggilan pribadi.
Sehingga dengan iman kita melihat keselamatan, lalu hidup tidak lagi semaunya sendiri tetapi memiliki visi.
Tanpa visi kita akan berjalan tanpa arah dan dalam perjalanan akan mudah terpengaruh yang berpotensi menyesatkan, sebab selalu saja ada sesuatu yang terkadang tidak terduga.
Dan iman membuat kita bisa melihat Allah, maka kita mampu melihat karya-karya-Nya sehingga kita memiliki pengetahuan iman.
Dan pengetahuan iman, membuat kita mampu melihat dari banyak dimensi, tentunya dimensi anak-anak Allah sehingga menjadi pertimbangan kita dalam setiap menentukan langkah.
Jika kita bisa melihat dari dimensi Allah, merasakan kasih Allah maka secara individu kita akan bertumbuh menjadi Kristus-Kristus kecil.
Dengan demikian orang-orang yang ada disekitar hidup kita, pasti menerima kabar baik.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 10 Januari 2019

Bapa di surga
Terimakasih Engkau memelekkan mata kami
Sehingga kami mampu melihat dari dimensi kasih-Mu
Tetapi kami sadar akan selalu ada godaan dalam perjalanan kami
Untuk itu kami mohon ya Bapa
Berikanlah kami keberanian dan kekuatan
Untuk membuang segala keinginan akan pengetahuan duniawi
Karena pada akhirnya hanya menimbulkan banyak kebingungan dan kekecewaan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin