Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 13:1-15;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yoh 13:6
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
Yoh 13:7
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
----
Pesan yang sangat kuat saat merayakan Hari Kamis Putih adalah melayani.
Pernah ada yang berkata kepada saya: agama itu kuno! Sudah ketinggalan zaman.
Bagaimana menurut Saudaraku?
Apakah ada diantara Saudara setuju dengan itu?
Mungkin secara spontan tidak ada yang setuju.
Namun mari saya ajak Saudaraku untuk masuk dalam permenungan.
Banyak orang yang mengoleksi barang-barang kuno yang katanya antik dan suatu saat akan bernila tinggi.
Ada yang disimpan ada pula yang diletakan di dalam satu ruangan agar bisa dinikmati keantikannya.
Demikian pula hal agama.
Ada orang yang tidak secara explisit bilang agama itu kuno.
Tetapi agama hanya disimpan, jika ingat terkadang lalu dibersihkan.
Lalu dijadikan bekal berharga untuk mati.
Agama oleh beberapa orang dianggap hanya sebagai ritual, maka lalu akan dengan sangat cepat menjadi kuno, membosankan.
Melalui Injil pagi ini kembali kita diingatkan bahwa:
iman itu bergerak bukan dalam arti gerakan ritual seperti cara ibadat dengan berbagai gerakan tangan atau apapun.
Iman bergerak dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi gaya hidup sebagai orang Kristen yaitu hidup untuk melayani.
Melayani sesama menjadi luapan kehidupan rohani dari dalam setiap pribadi.
Semua gerakan yang dihasilkan selalu memiliki cinta dan kerendahan hati.
Marilah kita memohon rahmat Allah.
Semoga iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus mampu mengubah hidup kita.
Agar hidup kita bukan hanya menuruti dorongan keinginan hati dan perintah akal budi.
Tetapi melayani semua orang karena cinta.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 13 April 2017
Bapa yang Mahakasih
Engkau memberikan teladan melalui PuteraMu
Agar hidup kami melayani sesama
Melayani dengan kasih
Tantangan terbesar adalah kesombongan kami
Selalu merasa bisa melakukan segala sesuatu sendirian
Dan selalu merasa menjadi orang yang paling penting
Maka kami mohon kepadaMu ya Bapa
Supaya kami selalu rendah hati
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 26:14-25;
Bacaan Injil hari ini masih tentang Yudas.
Saya kutipkan sebagian:
Mat 26:20
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Mat 26:21
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Mat 26:22
Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
Mat 26:23
Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
Mat 26:24
Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
Mat 26:25
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
---
Kemarin saya menulis tentang peperangan rohani.
Pagi ini saya lanjutkan dengan kecerobohan rohani.
Yudas telah 3 tahun bersama dengan Tuhan Yesus.
Ia mendengar pengajaranNya, menyaksikan mukjizat-mukjizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.
3 tahun waktu yang sangat-sangat cukup untuk membangun kehidupan rohani.
Saudaraku pernah mendengar _kecerdasan emosional_?
Yaitu kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.
Saya ringkas:
Jujur menilai diri sendiri dan bisa mengendalikan diri.
Menyimpan dosa adalah contoh tidak jujur terhadap dirinya sendiri.
Dan saya menyebut hal itu *kecerobohan rohani* dan memicu terjadinya *peperangan rohani*.
Terjadinya didalam hati manusia.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.(Ams 4:23)
Menjaga hati supaya mampu mengontrol: perasaan, emosi, godaan, hawa nafsu dari dalam diri.
Dan mampu mengelola segala sesuatu dari luar diri yang memancing emosi.
Orang yang tidak bisa mengontrol diri sendiri akan sangat mudah terkalahkan bahkan oleh hal-hal kecil dan tidak berarti.
Menjadi mudah tersinggung apabila ada sesuatu yang merintangi keinginannya.
Beberapa hari yag lalu saya membaca di media:
Seorang tokoh agama mengatakan jika hukum potong tangan diterapkan maka orang akan takut mencuri.
Apakah keinginan mencuri berasal dari tangan??
Bukankah ada banyak orang yang mengendalikan kejahatannya dari dalam penjara?
Semoga kita semua memiliki kecerdasan rohani.
Yaitu kemampuan menilai dan mengontrol diri dengan Sabda Tuhan dan taat kepada perintah Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 12 April 2017
Allah Bapa di dalam surga
Sumber kedamaian
Dengan Roh KudusMu
Engkau menyertai kami
Agar kami mampu menjaga hati kami
Kedamaian hati
Bukan kami peroleh saat keinginan kami terwujud
Melainkan saat kami selalu jujur dan mampu terlepas dari keinginan-keinginan duniawi.
Kami mohon
Agar sabdaMu selalu menerangi hati kami
Dan kami tidak jatuh oleh kata-kata yang keluar dari mulut kami
Tidak gelisah oleh karena perbuatan kami sendiri
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa
Amin
Injil Markus 1:1-8;
Mrk 1:1
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
Mrk 1:2
Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
Mrk 1:3
ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya",
Mrk 1:4
demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
Mrk 1:5
Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.
Mrk 1:6
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
Mrk 1:7
Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
Mrk 1:8
Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
-------
Dalam Bahasa Yunani kata baptis artinya dicelupkan kedalam pewarna.
Maka segala sesuatu yang dicelupkan akan berwarna seperti warna pewarna tersebut.
Tentunya warna tersebut bisa meresap dan tertinggal untuk benda atau apapun yang menyerupai kain atau kertas misalnya.
Kalau batu yang keras dan permukaannya licin, warna tidak akan bisa meresap dan mudah hilang/luntur.
Saudaraku,
Kita telah dibaptis dengan Roh Kudus.
Maka jika memiliki kelembutan seperti kain, ROH KUDUS akan menjadi warna hidup kita.
Menjadi manusia baru, hidup baru dalam Tuhan Yesus Kristus.
Dan kita telah ditandai dengan Roh Kudus, bukan sekedar nama baptis ataupun dengan berkalung salib atau seperti stiker yang ditempel di mobil.
Maka tanda itulah yaitu Roh Kudus yang menjadi semangat kita untuk selalu menjalani hidup yang murni.
Menjaga hati seperti kain yang lembut, bukan seperti batu yang keras dan licin.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.(Ams 4:23)
Menjaga hati tidak terlepas dari menentang kehendak sendiri.
Itulah tantangan yang terberat, sebab setiap orang selalu ingin dimanja.
Takut menghadapi kesulitan.
Jika kita mampu mengalahkan diri kita sendiri dalam hal-hal kecil, maka kita akan kuat dalam peperangan dengan hal-hal yang besar.
Ada Roh Kudus didalam diri kita.
Ia yang selalu memberi penghiburan dalam setiap kesusahan.
Dan yang memberi kekuatan kepada kita untuk bertahan menjaga kermurnian hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 10 Desember 2017
Keselamatan hanya ada pada-Mu ya Bapa
Dan kami mengucapkan syukur
Sebab Engkau memberikan Roh Kudus kepada kami
Supaya kami kuat dalam menghadapi setiap godaan
Dan hidup dalam kesetiaan kepada-Mu
Sehingga kami sungguh-sungguh pantas menerima anugerah keselamatan
Terimakasih ya Bapa
Engkau memberikan hati yang baru
Engkau memberikan roh yang baru
Engkau melembutkan hati kami
Dan menuntun kami agar taat dan setia kepada-Mu
Dan kami hidup dalam firman-mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 13:21-33, 36-39;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 13:21
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Yoh 13:22
Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
Yoh 13:23
Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Yoh 13:24
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
Yoh 13:25
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
Yoh 13:26
Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Yoh 13:27
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
------------
Untuk misi perdamaian biasanya pasukan perdamaian dari PBB ditempatkan di daerah netral.
Namun dalam peperangan rohani tidak ada wilayah yang netral.
Kita harus menjaga diri siaga 24 jam, supaya tetap berada dalam wilayah Tuhan.
Lengah sedikit maka kita akan dikalahkan oleh si jahat.
Mungkin kata orang kita adalah orang baik.
Mungkin kata orang kita relijius.
Mungkin kata orang kita hidup kudus.
Saya ajak untuk berhati-hati untuk tidak terlena dan janganlah kiranya kita _menyimpan dosa_.
Dosa yang terkadang kita anggap sepele atau kecil yang tersimpan suatu saat akan menyerang dan menghancurkan hidup kita.
Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.(ay. 39)
Mungkin ada diantara kita yang telah lama terlibat dalam pelayanan gereja apapun bentuknya.
Maka banyak orang akan melihat bahwa hidup kita baik, melayani umat dan aktif terlibat dalam setiap aktivitas.
Semoga selalu ada kesadaran spiritualitas, supaya tidak menjadi alat bagi si jahat.
Sebab kita tidak pernah tahu apa dampak dari setiap rencana si jahat.
Seperti Yudas mungkin tidak tahu bahwa Tuhan Yesus kemudian dibunuh dengan cara disalibkan.
Mungkin Yudas awalnya mengira Tuhan Yesus hanya akan dipenjarakan.
Marilah kita berdoa agar kita memiliki hidup rohani yang jujur.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 11 April 2017
Bapa kami di dalam surga
Engkau mengetahui setiap hati kami
Tak ada yang bisa kami sembunyikan dihadapanMu
Selidikilah kami, ya Allah
Dan kenallah hati kami
Lihatlah jalan kami, Ya Allah
Dan tuntunlah kami
Agar selalu setia di jalanMu
Hanya kepadaMu kami berlindung
Luputkanlah kami dari bujuk rayu si jahat
Agar kami tidak mendapat malu
Dalam nama PuteraMu Tuhan kami Yesus Kristus
Kami berdoa
Amin
Injil Yohanes 12:1-11;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 12:1
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
Yoh 12:2
Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
Yoh 12:3
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Yoh 12:4
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
Yoh 12:5
"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
-----------
Sebuah kalimat yang sangat indah tidak bisa mengungkapkan secara baik dan sempurna atas kegembiraan atau kebahagiaan seseorang.
Demikian pula sebaliknya kesedihan tidak bisa seluruhnya diungkapkan dengan kalimat.
Maria mengambil minyak narwastu yang mahal untuk meminyaki kaki Tuhan Yesus sebagai ungakapan terimakasih dan kasihnya kepadaNya.
Itupun belum semua kebahagiaan yang dirasakan Maria terungkap.
Iman dan cinta kita kepada Tuhan Yesus tak pernah bisa diungkapkan dengan kata atau kalimat.
Atau bahkan diwakili dengan memberi sumbangan sejumlah uang untuk gereja.
Tanda orang yang mencintai Tuhan Yesus selalu ada perubahan hati.
Tak lagi mengutamakan keinginan dan penghiburan duniawi.
Tak lagi marah saat tidak dihargai.
Tak lagi kecewa saat tidak disanjung.
Sebab hidupnya hanya melakukan kehendakNya.
Kedamaian ada disepanjang hidupnya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 10 April 2017
Allah Bapa di dalam surga
Dengan segenap hati kami serahkan hidup kami kepadaMu
Setiap tingkah laku dan ucapan kami
Untuk memuliakanMu
Berikanlah selalu rahmatMu kekada kami
Agar kami selalu menyadari kehadiranMu dalam setiap aktivitas kami
Sehingga kami mampu menjauhkan diri dari setiap keinginan dan hiburan duniawi
Dalam nama PuteraMu Tuhan Yesus Kristus
Kami berdoa
Amin
