Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 10:1-12
Mrk 10:1
Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
Mrk 10:2
Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
Mrk 10:3
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"
Mrk 10:4
Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."
Mrk 10:5
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
Mrk 10:6
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
Mrk 10:7
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
Mrk 10:8
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Mrk 10:9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Mrk 10:10
Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
Mrk 10:11
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
Mrk 10:12
Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
---------
Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia
Saudaraku,
secara umum, Yesus mengajarkan kepada kita dalam Injil hari ini, bahwa jika itu adalah pernikahan pertama bagi keduanya, maka itulah ikatan yang sah.
Dan Yesus berkata bahwa perceraian dan kemudian menikah lagi sama saja dengan perzinahan.
Ini mungkin tidak terasa seperti itu terutama ketika pernikahan pertama mungkin begitu sulit.
Kita melihat di sini bahwa perzinahan tidak berhubungan dengan perceraian, tetapi tentang perceraian dan pernikahan kembali.
Saudaraku,
Katekismus no. 1623 mengajarkan bahwa suami-istri menjadi pelayan rahmat Kristus dalam Sakramen Perkawinan dengan menyatakan persetujuannya di hadapan Gereja.
Mereka saling melimpahkan rahmat Kristus.
Para mempelai sendiri sebagai pengantara rahmat Kristus saling memberikan Sakramen Perkawinan, dengan menyatakan kehendaknya untuk mengadakan Perkawinan di hadapan Gereja.
Sakramen ini juga sering disebut: "pemahkotaan", diberikan melalui imam atau Uskup.
Setelah ia menerima kesepakatan dari kedua mempelai, ia memahkotai mempelai pria dan wanita sebagai tanda perjanjian Perkawinan.
Perceraian adalah masalah hukum.
Tuhan menentangnya, namun dalam keadaan yang sulit, hal ini mungkin diperlukan.
Pembatalan yang dilakukan oleh Gereja menyatakan bahwa persetujuan pernikahan itu cacat.
Namun hanya jika ada bukti yang cukup.
Saudaraku,
Cinta ada dalam kemauan dan persetujuan pernikahan adalah tindakan kemauan.
Cinta adalah menghendaki kebaikan orang lain.
Oleh karena itu saya seringkali mengatakan bahwa pernikahan itu bukan karena cinta.
Tetapi masing-masing harus selalu hidup dalam "kesadaran membangun cinta".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami percaya Engkau selalu hadir dalam hidup penikahan anak-anak-Mu
Engkau selalu memlihara mereka dengan belas kasih dan kuasa-Mu
Kami mohon berilah kami semangat untuk membangun cinta terus menerus
Pimpinlah kami dengan Roh Kudus
Dan kuasailah hati dan pikiran kami dengan firman-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 9:41-50;
Mrk 9:41
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."
Mrk 9:42
"Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
Mrk 9:43
Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
Mrk 9:44
(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
Mrk 9:45
Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
Mrk 9:46
(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
Mrk 9:47
Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
Mrk 9:48
di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
Mrk 9:49
Karena setiap orang akan digarami dengan api.
Mrk 9:50
Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."
--------
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya
Saudaraku,
dengan sangat jelas Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk berbuat baik.
Namun terkadang kita lelah melakukan kewajiban berbuat baik dan selalu saja ada alasan yang masuk akal untuk tidak melakukannya.
Dan ketika kita melakukannya seolah olah tanpa makna.
Contoh sederhana, tertib membuang sampah ditempatnya, itu perbuatan baik, apakah saat kita melakukannya "berharap memperoleh makna"?
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak mencari makna ataupun upah ketika kita berbuat baik.
Supaya kita tidak mudah disesatkan oleh berbagai bentuk cinta diri dan supaya kita tidak menyesatkan orang lain.
Saudaraku,
hidup kita dipilih untuk menghadirkan belas kasih dan kuasa Allah.
Hidup kita dipilih untuk menjadi perwujudan Allah yang hidup dan yang hadir.
Oleh karena itu mari kita selalu hidup "dalam kehadiran-Nya".
Masuklah dalam belas kasih dan kuasa-Nya.
Maka hidup kita akan dikuduskan sehingga kita akan rajin memperbaiki diri sendiri dan semakin hari hidup kita disempurnakan.
Lalu setiap perbuatan baik yang kita lakukan adalah wujud "luapan dari dalam".
Dan tidak akan pernah "mencari atau mengharapkan upah" dalam setiap perbatan baik yang kita lakukan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Allah Bapa kami
Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus adalah perwujudan belas kasih-Mu kepada kami
Dan Engkau menghendaki kami untuk hidup dalam belas kasih-Mu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami supaya hanya taat kepada kehendak-Mu
Dan supaya kami tidak mencari upah di dunia ini
Sebab kami percaya Engkau akan membawa kami kepada belas kasih yang kekal di rumah-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 9:38-40;
Mrk 9:38
Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
Mrk 9:39
Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
Mrk 9:40
Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
--------
Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku*
Saudaraku,
beberapa orang menganggap tujuan hidup dalah kehormatan dan kekuasaan, bahkan ada yang menggunakan agama.
Ada yang menggunakan berbagai atribut agama supaya terlihat suci dan dihormati.
Saudaraku,
manusia bisa menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya termasuk menggunakan agama.
Injil Markus hari ini para murid berkata kepada Tuhan Yesus bahwa ada orang yang bukan dalam kelompok para murid mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus.
Di zaman ini juga banyak orang yang menggunakan "label agama" untuk kepentingannya sendiri.
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa untuk tidak mencegah orang yang menggunakan nama-Nya untuk kebaikan.
Sebab pada saatnya nanti pasti kelihatan dari buahnya.
Dan sekaligus mengingatkan kepada kita saat mulut dan hati kita memuji Allah, tidak mungkin saat itu juga mengumpat Allah.
Artinya kita harus selalu "membangun kesadaran" untuk tetap "hidup didalam Allah".
Jangan mengambil keputusan tanpa terlebih dahulu mempertimbangkannya di hadapan Allah.
Dan biasakanlah mengarahkan hati kepada Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau nyatakan belas kasih dan kuasamu dalam hidup kami setiap hari
Kami mohon ajarilah kami untuk taat kepada penglihatan dan pendengaran kami akan Engkau
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk melakukan kehendak-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 9:30-37;
Mrk 9:30
Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
Mrk 9:31
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
Mrk 9:32
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
Mrk 9:33
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"
Mrk 9:34
Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
Mrk 9:35
Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Mrk 9:36
Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
Mrk 9:37
"Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."
--------
Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya
Saudaraku,
dalam Injil hari ini, kita membaca tentang Tuhan Yesus yang berkata kepada para murid:
"Anak Manusia akan diserahkan ke tangan manusia".
Mereka akan membunuhnya, dan setelah hari ketiga Dia akan bangkit.
Tetapi para murid tidak mengerti maksudnya dan takut menanyakan hal itu kepadanya.
Mungkin mereka tidak mau mengerti apa yang dia katakan.
Mereka tidak ingin mendengarnya, jadi mereka tidak menanyakan hal itu kepadanya.
Apa tanggapan langsung mereka?
Mereka mulai berdebat satu sama lain.
Dan apa yang mereka perdebatkan?
Mereka berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka.
Lalu Tuhan Yesus berkata kepada mereka:
"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Saudaraku,
musuh jiwa kita adalah keinginan daging yang selalu menuntut lebih dari apa yang dibutuhkannya.
Saya sering mengatakan bahwa:
Jika kita mendengar tepuk tangan atas kehebatan atau keberhasilan kita, biarkanlah telingamu juga mendengar gelak tawa karena kegagalanmu.
Dengan demikian jika kita mau sungguh-sungguh jujur, kita tidak akan pernah ingin membanggakan apapun dari diri kita.
Oleh karena itu jikalau kita dipuji seharusnya kita semakin rendah hati.
Ada pepatah yang sangat terkenal "diatas langit masih ada langit".
Maka lebih baik kita menjadi seperti batu pondasi yang tersembunyi pada dasar bangunan dibawah tanah.
Tak seorangpun melihat kita, namun jika pondasi itu kuat, bangunan itu tidak akan mudah roboh.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Doronglah kami untuk mengenal diri sendiri apa adanya
Supaya kami tetap rendah hati
Dan kami mohon jauhkanlah kami dari berbagai macam bentuk kesombongan
Supaya kami tidak hidup dalam kepalsuan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Yoh 19:25
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Yoh 19:26
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
Yoh 19:27
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Yoh 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia?supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci?:"Aku haus!"
Yoh 19:29
Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
Yoh 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Yoh 19:31
Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib?sebab Sabat itu adalah hari yang besar?maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
Yoh 19:32
Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
Yoh 19:33
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
Yoh 19:34
tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
---------
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
Saudaraku,
kita harus meneladan Bunda Maria, Bunda Yesus, khususnya dengan ikut serta dalam penderitaan Tuhan Yesus.
Para Bapa Konsili menempatkan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja.
Bunda Maria setia bertekun dalam kesatuannya dengan Puteranya sampai ke kayu salib.
Pengorbanannya sungguh luar biasa.
Dengan penuh kasih ia menerima pengorbanan "Anak yang dilahirkannya".
Bunda Maria juga saksi ketika tombak menusuk lambung Tuhan Yesus.
Saudaraku,
Bunda Maria terlibat dalam semua misteri Putera ilahinya.
Saat kabar sukacita, mengandung, kanak-kanak, berkarya, sengsara dan saat wafat-Nya.
Bunda Maria sangat mengenal Allah Bapa dan Roh Kudus yang bekerja dalam rahimnya.
Ia dalam ketidakberdosaannya yang dimenangkan oleh kasih karunia penebusan Kristus, dalam arti yang sebenarnya adalah "teladan kasih terhadap kemanusiaan Yesus".
Bunda Maria yang mengajar Yesus untuk berdoa, hidup dalam kasih Allah dan belajar ketaatan.
Kita juga dipilih untuk terlibat dalam misteri keselamatan Allah.
Oleh karena itu kita harus selalu menjaga kekudusan supaya karya Allah nyata melalui hidup kita.
Dan hidup kita menjadi pancaran belas kasih dan kuasa dari Allah yang hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Allah Bapa kami
Seperti Engkau memilih Bunda Maria untuk melahirkan Putera-Mu
Engkau juga memilih kami untuk mewartakan kabar sukacita dan keselamatan
Oleh karena itu kami mohon kuasailah kami dengan Roh Kudus dan doronglah kami untuk hidup dalam ketaatan
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
