"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Yohanes 15:9-17;

Saya kutip sebagian:

Yoh 15:9
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
Yoh 15:10
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
-------------
Yoh 15:15
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Yoh 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Yoh 15:17
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
-------------

_*Akulah yang memilih kamu, Kasihilah seorang akan yang lain*_

Saudaraku,
Akulah yang memilih kamu ini adalah "ayat emas" bagi saya dan yang selalu menjadi kekuatan dan penghiburan dalam segala keadaan.
Tidak mudah menjadi orang yang terpilih, misalnya terpilih sebagai "ketua RT", semua warga telah percaya penuh dan menyerahkan berbagai hal kaitannya dengan wilayah RT.
Tentunya lalu punya tanggung jawab lebih besar dalam aktifitas kegiatan masyarakat dan membina nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia.
Kita umat kristiani adalah umat Allah, orang-orang yang terpilih untuk menghadirkan kasih Allah: kasihilah seorang akan yang lain.
Artinya tanpa cinta kasih, segala perbuatan atau pekerjaan sekalipun nampak baik, adalah sia-sia.

Saudaraku,
ada baiknya kita selalu hati-hati, sebab si jahat mencoba menghancurkan anak-anak pilihan Allah dengan berbagai cara dan masuk dari semua sisi.
Maka hendaklah kita berhati-hati sekalipun dalam perbuatan baik, sebab bisa saja dalam perbuatan baik itu kita mencari penghiburan dan kenikmatan daging.
Sebab memang jarang orang yang terbebas dari kodrat manusiawi yang selalu mencari keuntungan diri.
Oleh karena itu mari selalu berusaha supaya memiliki kasih yang sebenarnya, kasih yang dikehendaki Allah.
Yaitu dengan cara, dalam segala hal selalu melihat Allah, jangan melihat perbuatan itu sendiri.
Dengan demikian kesombongan dan kehausan untuk mendapatkan pujian akan tersingkir dengan sendirinya.
Jangan berharap dilihat oleh dunia, sebab kita adalah orang pilihan Allah, dalam segala hal mengusahakan nilai Allah, bukan nilai manusia.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 14 Mei 2020

Kami memuji Engkau ya Bapa dan memuliakan Engkau selama-lamanya
Engkau mengangkat kami dari dosa dan menjadikan kami menjadi anak-anak-Mu yang kudus
Oleh karena itu ya Bapa
Tak henti-hentinya kami memohon rahmat kekuatan-Mu
Dan memohon Roh Kudus selalu menerangi dan menuntun kami
Sehingga selalu Kau dapati kami tetap hidup setia dalam kasih-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(1 Pilih)