Injil Markus 1:40-45;
Saya kutip sebagian:
Mrk 1:40
Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
Mrk 1:41
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
Mrk 1:42
Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
--------
Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu
Saudaraku,
Tanpa tangan Tuhan, tiada kekudusan.
Tanpa tangan Tuhan, tiada kebijaksanaan.
Tanpa tangan Tuhan, tiada kekuatan.
Tanpa tangan Tuhan, tiada kemurnian.
Tanpa tangan Tuhan, tiada perlindungan.
Tanpa tangan Tuhan, tiada kesembuhan.
Tanpa tangan Tuhan, tiada kehidupan.
Saudaraku,
apakah yang "kita pikirkan" dan apa yang "kita inginkan", jika itu terwujud akan mampu memuaskan hati?
Lalu bisa bertahan berapa lama?
Kita sering mendengar bahwa kita harus berserah diri kepada Tuhan, untuk memperoleh kebahagiaan sejati.
Saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan kebahagiaan sejati, dan mungkin setiap orang memiliki pendapat sendiri.
Yang mampu saya lakukan hanyalah membiasakan diri "tidak mendengarkan" bisikan manusiawi.
Saya sangat-sangat yakin bahwa bisikan manusiawi hanya memberikan kebahagiaan sesaat.
Maka jika saya "tidak ikuti" bisikan manusiawi itu, pasti akan memperoleh kebahagiaan sejati.
Karena dengan demikian saya hanya melakukan kehendak Allah, maka tangan Allah lah yang bekerja.
Dan jika tangan Allah yang bekerja, bagi manusia adalah mujizat.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 16 Januari 2020
Betapa rendahnya dan hinanya kami ini ya Bapa
Saat kami melihat kedalam diri
Kami tidak menemukan apa-apa pada diri ini
Jika Engkau mau
Engkau dapat membuat kami berharga
Dan tempatkanlah kami dimana Engkau menghendaki
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin