Cetak halaman ini

Injil Markus 4:1-20;

Saya kutip sebagian:

Mrk 4:14
Penabur itu menaburkan firman.
Mrk 4:15
Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Mrk 4:16
Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
Mrk 4:17
tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Mrk 4:18
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
Mrk 4:19
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Mrk 4:20
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."
--------

Penabur itu menaburkan firman

Saudaraku,
Injil Markus tentang Perumpamaan Seorang Penabur, saya kira sangat-sangat jelas.
Ada 4 kelompok dimana benih firman itu jatuh:
1. Kelompok pinggir jalan.
2. Kelompok tanah yang berbatu-batu.
3. Kelompok di tengah semak duri.
4. Kelompok tanah yang baik.
Saya sangat-sangat yakin dan percaya bahwa Saudara dan saya pendengar firman dalam kelompok tanah yang baik.
Oleh sebab itu seorang kristiani pasti berbuah.
Maka pagi ini saya ajak masuk dalam permenungan: buah-buah itu untuk siapa?

Saudaraku,
apabila orang-orang di sekitar kita tidak merasakan sukacita apakah Firman itu bisa dikatakan berbuah?
Menurut Saudara, apakah keluarga Saudara, tetangga Saudara, teman-teman Saudara, pegawai Saudara, atasan Saudara, teman kerja Saudara dan setiap orang dikehidupan Saudara lebih banyak menilai Saudara orang yang baik?
Ada baiknya kita jujur melihat diri sendiri, tidak ada gunanya memegahkan diri dan agar kita melihat kelemahan dan kekurangan kita lalu membarui diri terus menerus sehingga bertumbuh dengan baik dan tidak celaka oleh kelemahan itu.
Kita punya Allah yang selalu memberikan kekuatan kepada kita untuk bertumbuh mengalahkan segala yang jahat, jika "kita mau".

Saudaraku,
Tindakan-tindakan iman, pengharapan dan kasih adalah "link" atau saluran kehidupan Ilahi.
Disitulah Firman itu hidup dan berbuah.
Maka kita boleh yakin bahwa kita adalah seorang kristiani ketika hidup kita membawa sukacita Allah. 
Tidak cukup hanya disebut orang yang santun.
Dan jika hanya memikirkan diri sendiri, ada baiknya saat ini juga "letakkan hati dalam cinta kasih Allah".
Sebab mungkin saat ini hati itu berada pada cinta diri atau egois.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 29 Januari 2020

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau sendiri yang menyediakan sarana-sarana
Dan Engkau selalu mencukupkan kebutuhan kami
Dan terimakasih pula
Engkau selalu mengingatkan kami
Bahwa Engkau tidak mengharapkan persembahan kami
Namun Engkau mengajar kami untuk berani berkorban
Supaya dunia ini dipenuhi damai sejahtera 

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(1 Pilih)