Injil Matius 5:17-37;
Saya kutip sebagian:
Mat 5:21
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
Mat 5:22
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Mat 5:23
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
Mat 5:24
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
---------
Mat 5:27
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
Mat 5:28
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Mat 5:29
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Mat 5:30
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
----------
Mat 5:36
janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
Mat 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
----------
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak
Saudaraku,
memilih untuk melakukan hal yang benar sesuai ajaran dan kehendak Allah terasa sangat sukar dan berat.
Sebab manusia lebih cenderung hanya memikirkan diri sendiri dan memang daging ini manja dan sangat-sangat lemah dan rakus.
Tentunya seorang kristiani jika ditanya apakah percaya kepada Injil, jawabnya pasti percaya.
Namun apakah mudah menjaga hidup ini untuk taat kepada Injil?
Saudaraku,
Hampir setiap saat kita "dipaksa" untuk memilih hal yang baik dan hal yang buruk, dan terkadang kita mengalami kondisi tidak ada waktu lagi untuk menunda pilihan.
Oleh karena itu "membiasakan diri bergaul dengan Allah" menjadikan kita "terbiasa melakukan hal yang baik".
Dengan demikian apabila kita tiba-tiba harus memilih, maka spontanitas pilihan kita pasti hal-hal yang baik.
Cobalah lihat dunia, jika orang terbiasa mencaci, ia akan selalu mencaci.
Jika terbiasa menghakimi, selalu melihat orang lain yang salah.
Dan lain sebagainya.
Saudaraku,
lebih baik "dikucilkan oleh dunia", atau dijulukkin "kudet(kurang update)", daripada mengikuti cara hidup orang-orang dunia, supaya kita tidak disesatkan olehnya.
Mari tetap berpegang teguh kepada Injil, sebab semua jawaban atas pertanyaan dunia ada didalamnya.
Dan Injil telah terbukti menjaga dan memelihara orang-orang kudus-Nya, terbukti mereka tidak kekurangan suatu apapun.
Untuk hidup benar dihadapan Allah, masihkah kita menuntut "bukti atau mujizat"?
Saya kira dihadapan kita telah tersaji cukup bukti dan cukup alasan, untuk kita berkata ya jika ya dan berkata tidak jika tidak.
Tidak lagi tergoda oleh kebohongan dunia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 16 Februari 2020
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Engkau puaskan kami dengan kasih-Mu
Roh Kudus Mu jadi mata dan telinga kami
Firman-Mu menjadi kekuatan kami
Sehingga kami tetap berada di jalan-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
