Cetak halaman ini

Injil Yohanes 9:1-41;

Ayat 1, 6-7, 13-17:

Yoh 9:1
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
-------
Yoh 9:6
Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
Yoh 9:7
dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
-------
Yoh 9:13
Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
Yoh 9:14
Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
Yoh 9:15
Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."
Yoh 9:16
Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
Yoh 9:17
Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
--------

Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu? Jawabnya: Ia adalah seorang nabi

Saudaraku,
dari panca indra kita, penglihatan atau mata adalah yang paling dominan.
Seorang yang buta, apalagi buta dari lahir hidupnya sangat tergantung kepada orang lain.
Ia tidak tahu rupa orangtuanya, keindahan bunga-bunga yang mekar tak terbayangkan olehnya.
Tetapi ia melihat kuasa Allah, "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
Yang menarik dalam Injil Yohanes hari ini, orang Farisi yang melek matanya, "BUTA" akan pekerjaan-pekerjaan Allah.
Justru mereka sibuk dengan aturan-aturan manusia: Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.

Saudaraku,
kejaiban-keajaiban Allah masih terjadi sampai hari ini dan sampai akhir zaman.
Seperti orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus menjadi saksi kuasa Allah.
Kita pun dipilih untuk mewartakan keajaiban itu kepada semua orang.
Supaya melalui hidup kita setiap orang menerima belas kasih Allah dan mengalami kuasa Allah.
Maka kita harus memelihara "mata rohani" kita supaya jangan dibutakan oleh keduniawian.
Perhatikan hal-hal yang merusak penglihatan rohani, tidak terjadi begitu saja.
Awal mulanya selalu muncul pembenaran-pembenaran diri dengan berbagai macam alasan yang nampak benar.
Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita pasti ada penyebabnya.
Maka hendaknya jangan menipu diri sendiri dengan berbagai macam pembenaran.
Pertimbangkanlah segala sesuatu dengan pertimbangan-pertimbangan Allah.
Saya sangat-sangat yakin Roh Kudus hidup dan bergerak dalam setiap orang yang percaya kepada Anak.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 19 Maret 2023

Allah Bapa kami
Kami mengucap syukur kepada-Mu
Sebab melalui Putera-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau memberikan hidup baru kepada kami
Engkau berikan mata dan telinga yang baru
Engkau berikan hati yang baru
Dan Engkau mengangkat kami dari dosa menuju hidup
Kami mohon berilah kami kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk cinta diri
Supaya kami tidak lagi hidup dalam kedagingan

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Nilai butir ini
(0 pemilihan)