Injil Lukas 23:35-43;
Saya kutip sebagian:
Luk 23:35
Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
Luk 23:36
Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
Luk 23:37
dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"
Luk 23:38
Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".
---------
Jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah
Saudaraku,
apakah kita sungguh-sungguh percaya Yesus adalah Allah?
Mari saya ajak melihat-lihat diri sendiri, apakah masih ada kata "jika".
Percaya kepada Tuhan Yesus adalah berserah diri kepada-Nya dan melakukan kehendaknya tanpa syarat.
Saudaraku,
setiap orang suka melakukan kehendaknya sendiri dan tertarik kepada mereka yang sepaham dengannya.
Mengikut Tuhan Yesus harus berani mengesampingkan "diri sendiri", dalam pendapat dan keinginan.
Mengasihi kepada orang yang membenci, bagi orang dunia tidak masuk akal!
Rendah hati, bagi dunia tidak masuk akal, lama-lama bisa diinjak-imjak!
Allah yang menjadi manusia dan mati disalibkan, bagi dunia adalah kebodohan! Memang Allah tidak punya cara lain!
Saudaraku,
daging ini selalu meminta syarat dan tidak mudah ditaklukkan, menjadi sumber dari segala kecemasan.
Dan kelemahan itu selalu dimanfaatkan oleh si jahat untuk memunculkan kata "jika".
Supaya kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus Kristus terkikis sedikit demi sedikit.
Saudaraku,
marilah kita menyadari bahwa hidup adalah sebuah pertempuran.
Bertempur melawan diri sendiri, mengalahkan segala keinginan.
Oleh karena itu mari mohon pertolongan kepada Allah, dan Ia pasti akan memberikan kekuatan kepada kita, supaya tidak ada lagi kata "jika" dalam melakukan kedendak-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 24 Nopember 2019
Allah Bapa kami
Penghiburan kami hanya ada pada-Mu
Hati dan pikiran kami tertuju hanya kepada-Mu
Supaya kami tidak tergoda oleh kenikmatan dan kecemasan
Kami menyadari tanpa Engkau kami tidak mampu bertahan
Oleh karena itu ya Bapa
Kami hanya percaya kepada-Mu
Roh yang sama yang hidup dalam orang-orang kudus-Mu
Akan hidup pula dalam diri kami jika kami taat kepada-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin