"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Yohanes 11:1-45;

Saya kutip sebagian:

Yoh 11:33
Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
Yoh 11:34
"Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
Yoh 11:35
Maka menangislah Yesus.
Yoh 11:36
Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"
Yoh 11:37
Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"
Yoh 11:38
Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
Yoh 11:39
Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
Yoh 11:40
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
Yoh 11:41
Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
Yoh 11:42
Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
Yoh 11:43
Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
Yoh 11:44
Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."
----------

Lazarus, marilah ke luar!

Saudaraku,
sadarkah kita bahwa Tuhan Yesus setiap hari selalu berusaha membangkitkan kita?
Kita sadari atau tidak, hampir setiap hari kita membutuhkan "kebangkitan".
Siapakah diantara kita yang tidak mengalami "ketidaknyamanan"?
Misalnya: saat dijalan tiba-tiba ada yang memotong jalan dihadapan kita dan harus mendadak injak rem.
Atau kejadian-kejadian lain yang menggoda kita untuk berkeluh kesah, marah bahkan sampai berujung benci dan dendam.
Dan kejadian-kejadian seperti itu bisa saja mempengaruhi kita untuk berbuat yang serupa, seperti balas dendam.
Orang aja semua gitu, ngapain kita hanya diam dibuat susah terus!
Lalu permenungannya: Bukankah dari kaca mata iman, kita membutuhkan kebangkitan?
Dan banyak kejadian di hari-hari yang kita lalui, yang kita sungguh-sungguh membutuhkan kebangkitan.
Bangkit dari mati, yaitu bangkit meninggalkan "kebusukkan" perkataan, sikap dan perbuatan.

Saudaraku,
dengarkan dan pelajari, Tuhan Yesus berusaha membawa kita menuju kehidupan baru.
Jalan itu tidak mudah, sebab "kita terikat oleh kain kafan kematian dunia", yaitu perbuatan-perbuatan kita yang cenderung "menyenangkan diri sendiri"
Tuhan memanggil kita: marilah keluar!
Mari saat ini juga kita keluar dan meninggalkan segala sesuatu yang membawa kematian dan HIDUP baru didalam Kristus.
Seperti Lazarus berdiri tegak dan berjalan walaupun kaki dan tangannya terikat kain kapan.
Demikianlah seharusnya kita, berani meninggalkan "ikatan kain kapan kematian" untuk hidup baru bersama Tuhan Yesus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 29 Maret 2020

Ya Bapa
Kami sadar tidak ada satupun manusia bebas dari godaan
Oleh karena itu selamanya kami membutuhkan rahmat-Mu
Supaya kami tetap hidup dalam kemuliaan-Mu sekarang dan selama-lamanya
Amin

Nilai butir ini
(0 pemilihan)