"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 16:21-27;

Saya kutip sebagian:

Mat 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Mat 16:25
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Mat 16:26
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Mat 16:27
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
-------------

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku

Saudaraku,
apakah semua orang yang meminta pengampunan melalui salib Kristus, sanggup untuk memikul salib?
Banyak yang menghormati Tuhan Yesus karena mujizatnya.
Banyak yang mencintai Tuhan Yesus selama tidak mengalami kesukaran.
Banyak yang mengikuti Tuhan Yesus sampai saat Ia memecah-mecah roti, tetapi hanya sedikit yang tetap mengikutinya di jalan salib.
Lalu apakah salib itu?
Salib itu adalah "diri kita sendiri", mari coba kita perhatikan bukankah apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan untuk diri kita sendiri?
Seberapa sering kita memikirkannya untuk Tuhan?
Cobalah menengadah ke atas, menunduk ke bawah, menengok ke kiri dan ke kanan, melihat ke luar dan ke dalam, bukankah yang nampak hanya diri kita sendiri?
Di atas ada kehormatan, jabatan, kekuasaan, pujian dan lainmya.
Di bawah ada perlakuan tidak adil, berlaku tidak jujur, fitnah dan lainnya.
Di kiri dan kanan ada iri, dengki dan lainnya.
Selama daging ini masih ada, kita harus berani menyalibkan diri kita sendiri.

Saudaraku,
jika dengan sukarela bersedia menyalibkan diri sendiri, awalnya memang nampak sebagai beban namun pada akhirnya berubah menjadi penghiburan.
Dan makin kuatlah hidup batinnya karena rahmat Allah lah yang menguasai seluruh keinginannya.
Maka marilah kita memberanikan diri memanggul salib itu.
Oleh karena salib itu, kita akan menjadi semakin kuat menjalani bermacam-macam kesusahan, ingatlah kata Ayub: Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?(Ayub 7:1)
Dan janganlah sampai lupa, mati raga adalah jalan hidup kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 30 Agustus 2020

Tuhan Yesus Kristus
Setiap hari Engkau menguatkan hati kami
Dan mendorong kami agar tetap bertekun dalam iman
Sebab untuk masuk kerajaan-Mu itu harus mengalami banyak sengsara
Maka kami mohon jangan tinggalkan kami ya Tuhan
Dan tuntunlah kami dengan terang Roh Kudus-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Nilai butir ini
(0 pemilihan)