Injil Matius 11:25-30;
Mat 11:25
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Mat 11:26
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
Mat 11:27
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mat 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Mat 11:30
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
-------------
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu
Saudaraku,
menurut saya semua orang kelebihan beban sebab semua orang berusaha melakukan banyak hal dan nyaris tanpa batas.
Rencana pertama sukses lalu membuat rencana lainnya dan selalu begitu.
Keinginan satu terpenuhi lalu menginginkan yang lainnya.
Memang diakhir pekan ada yang berlibur atau mencari-cari semacam hiburan dengan tujuan agar pikiran dan fisiknya bisa segar kembali.
Namun apakah lalu beban itu berkurang?
Saudaraku,
memang hidup harus punya mimpi punya cita-cita atau kalau dalam bisnis selalu ada target.
Jika dalam bisnis ada semacam perencanaan bahkan ada target harian dan sangat ketat.
Dalam meraih mimpi dan cita-cita tentunya ada perencanaan.
Sebagai orang kristiani ada baiknya melibatkan Allah dalam setiap rencana.
Saat menulis permenungan ini saya teringat Mazmur Daud:
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.(Mzm 127:2)
Kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi dalam hidup kita, yang kita bisa lakukan adalah bagaimana kita menghadapinya.
Menghadapinya dengan cara mengasihi Allah supaya kehidupan batin kita terpelihara.
Pertanyaan saya: apakah nonton bioskop, rekreasi dan berkativitas sesuai dengan hobi atau kesenanganya bisa meringankan beban?
Mungkin iya dalam arti beban atau kelelahan fisik, namun kita harus menyadari bahwa beban batin tidak nampak dan jarang sekali orang menyadarinya.
Hanya Allah yang mampu memberikan kedamaian batin.
Namun tidak semua orang mau datang kepada Allah, duduk dihadapannya mengarahkan hati dan pikiran kepada-Nya.
Kebanyakan orang tidak tahu bagaimana caranya "diam", mereka selalu menyalakan televisi, radio, youtube atau eksis di berbagai macam medsos.
Maka mari selalu luangkan waktu duduk diam dihadapan-Nya, saat duduk dengan tenang maka akan "timbul pikiran" di benak kita.
Supaya kita mampu mengelola pikiran itu dan mampu membedakan mana perkataan Allah dan yang bukan, sering-seringlah membaca Injil.
Suara Allah tidak akan pernah bertentangan dengan Injil.
Saat kita hanya mengikuti rencana-Nya dan melakukan kehendak-Nya, maka Ia akan bersama-sama kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 5 Juli 2020
Tuhan Yesus Kristus
Kepada-Mu kami menaruh segala harapan
Kepada-Mu kuserahkan rencana-rencana hidup kami
Kepada-Mu kami berlindung
Dan hanya kepada--Mu kami memohon nasihat
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin