Cetak halaman ini

Injil Matius 14:22-33;

Saya kutip sebagian:

Mat 14:26
Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
Mat 14:27
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Mat 14:28
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
Mat 14:29
Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
Mat 14:30
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
Mat 14:31
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
Mat 14:32
Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
Mat 14:33
Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."
-------------

Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Saudaraku,
takut itu manusiawi dan tidak ada seorangpun yang hidup di dunia ini tanpa rasa takut.
Maka yang bisa kita lakukan adalah "mengelola rasa takut" supaya tidak menguras seluruh tenaga kita.
Dan nampaknya ada banyak rasa takut yang tidak beralasan dan membuat kebingungan.
Dalam Injil Matius pagi ini, adakah alasan untuk Petrus untuk takut?
Bukankah ia melihat sendiri Tuhan Yesus berjalan di atas air?
Dan bukankah ia pun telah berhasil berjalan diatas air?

Saudaraku,
seringkali kita ketakutan saat memikirkan 1 langkah saja di depan kita, ketakutan oleh karena pemikiran sendiri yang mungkin tidak akan pernah terjadi.
Namun memang sifat manusia mudah disesatkan oleh khayalan-khayalan semacam itu dan sangat mudah hanyut oleh bisikan-bisikan dunia.
Dan jika kita melihat dunia memang lah demikian keadaannya, ia selalu berusaha menyesatkan dengan hal-hal yang benar atau palsu.
Maka kita harus sangat hati-hati, hindari mengambil keputusan menurut perasaan-perasaan saat sedang khawatir atau takut.

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak takut atau khawatir dan tetap bekerja keras, bersedia menderita dan selalu mengarahkan mata dan telinga kita kepada-Nya.
Rasul Paulus pun menegaskan
Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.(Bdk 2Kor 12:9)
Karena Tuhan kita Yesus Kritus selalu ada untuk mengubah setiap beban menjadi kegembiraan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 9 Agustus 2020

Tuhan Yesus Kristus
Hanya pada-Mu pemberian yang baik dan yang sempurna
Engkaupun mengarahkan wajah-Mu saat kami berseru kepada-Mu
Sungguh kami hanya berharap kepada belas kasih-Mu
Kami serahkan seluruh rencana hidup kami hanya kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

 
Nilai butir ini
(0 pemilihan)