"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Mazmur 39:5-7

Mzm 39:5
Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela
Mzm 39:6
Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.
Mzm 39:7
Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.
--------
Manusia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun

Saudaraku,
Saya hampir tidak pernah peduli tentang umur saya, tetapi saya selalu harus peduli dengan "cara hidup" di hari-hari yang saya lalui.
Sering muncul pertanyaan dari diri saya: apa yang saya lakukan saat ini dan apa yang bisa saya lakukan saat nanti usia 70-80 tahun?

Saudaraku,
di akhir tahun 2019 ini, saya mengajak untuk bertanya kepada diri kita masing-masing: setahun telah berlalu, telah kita gunakan untuk apa hari-hari itu?
Saya sendiri masih terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk "melayani kesenangan diri" dan selalu saja masih sibuk mencari pembenaran-pembenaran diri.
Misalnya membeli barang-barang yang sebenarnya tidak saya perlukan, itupun selalu diikuti oleh pembenaran-pembenaran.
Mengapa saya tidak sisihkan untuk diberikan kepada orang miskin atau panti asuhan.
Dunia rasanya begitu cepat berubah tetapi saya merasa belum berhasil mengubah diri untuk lebih fokus kepada kehendak Allah.
Setiap pagi selalu dihadapkan dengan "pertempuran dengan diri sendiri", merencanakan hal baik, keinginan buruk ikut nimbrung.
Jika kita mau meneliti diri sendiri dan mau jujur, bukankah hidup ini melelahkan?
Dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu_(Bdk Kej 3:17)
Bahkan sangat-sangat melelahkan saat hidup ini dikendalikan oleh hawa nafsu.

Saudaraku,
bukankah kita selalu menghadapi hari-hari yang tidak pasti?
Namun kita sebagai orang kristiani selalu menyadari, dan tentunya selalu berusaha dengan rajin supaya dimanapun dan apapun yang kita kerjakan, kita berkuasa atas pekerjaan itu bukan pekerjaan yang menguasai kita.
Tidak "diperhamba oleh dunia" namun berdiri tegak diatas pekerjaan itu dan "menatap kepada kehidupan kekal".
Selalu melatih diri memandang tiap-tiap kejadian bukan hanya dari luarnya saja, sebab kita memiliki "mata Roh Kudus dan pustaka kita adalah Sabda Tuhan".
Sehingga tidak mudah tertipu oleh "keelokkan dunia".
Dan ada baiknya tidak terburu-buru dalam segala hal, supaya tidak terombang-ambing dari perkara satu ke perkara lainnya.

Saudaraku,
esok hari kita menyambut tahun baru, masuk dalam "ruang umur yang baru".
Mari saya ajak kembali menyadari bahwa: "tanpa Allah manusia tidak memiliki sesuatu yang baik", sesuatu yang dibanggakan dan yang hari ini ada esok bisa saja tiada.
Dan ada baiknya tidak menggantungkan "kententraman" kepada dunia yaitu orang atau benda-benda apapun.
Tahun Baru bukan hanya tentang resolusi namun menciptakan solusi supaya kita benar-benar "hidup" bukan hanya sekedar "bayangan".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Menyambut Tahun Baru 2020

Allah Bapa kami
Kami mohon pandanglah kami
Bagaimanakah kami ini?
Banyak waktu sia-sia
Hilang begitu saja tanpa makna
Kami lebih sering mencurahkan perhatian kami terhadap hal-hal yang sama sekali tidak berarti
Kami mudah kecewa dan mempeributkan hal yang tidak perlu
Dan lebih senang menimbun pujian dan kesombongan diri

Ubahlah kami ya Bapa
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya di tahun yang baru
Kami menemukan ketentraman sejati
Hidup dalam kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(0 pemilihan)