"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 20:27-48;

Luk 20:27
Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
Luk 20:28
"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
Luk 20:29
Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
Luk 20:30
Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,
Luk 20:31
dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.
Luk 20:32
Akhirnya perempuan itupun mati.
Luk 20:33
Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."
Luk 20:34
Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
Luk 20:35
tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
Luk 20:36
Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
Luk 20:37
Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
Luk 20:38
Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."
Luk 20:39
Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali."
Luk 20:40
Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
-----------

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup

Saudaraku,
Orang Saduki mencoba mengejek Tuhan Yesus dengan pertanyaan bodoh tentang apa yang terjadi di surga.
Jawaban Tuhan Yesus bukan tentang bagaimana, melainkan mengapa.
Jika kita tidak percaya akan kehidupan setelah kematian, kita tidak akan memiliki tujuan hidup di bumi.

Saudaraku,
kebangkitan terjadi karena Allah adalah Allah yang hidup.
Allah telah menciptakan kita untuk hidup.
Allah tidak meniupkan kita ke dalam kehidupan seperti gelembung, hari ini ada, besok tiada.
Tidak, Allah menganugerahkan kita kehidupan bahkan setelah kehidupan duniawi ini berakhir.

Saudaraku,
Orang-orang sering melihat horoskop.
Kita takut akan ketidakpastian.
Entah bagaimana, kita ingin mengendalikan masa depan kita atau setidaknya memiliki gambaran tentang apa yang akan terjadi agar kita dapat mempersiapkannya.
Jika kita begitu peduli dengan masa depan kita di dunia ini, semakin besar pula alasan kita untuk peduli dengan apa yang akan terjadi setelah kita mati.
Keyakinan kita akan kehidupan setelah kematian, memberi kita cukup alasan untuk menjalani kehidupan yang baik di dunia ini.
Terlebih kita percaya Tuhan kita Yesus Kristus telah bangkit dan mengalahkan maut.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 22 Nopember 2025

Tuhan Yesus
Engkau telah mengalahkan maut
Kami pun percaya Engkau juga akan memberikan hidup kepada kami
Kami mohon tuntunlah dan bimbinglah kami supaya setia dalam kehendakMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)