Injil Lukas 14:15-24;
Luk 14:25
Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
Luk 14:26
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Luk 14:27
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Luk 14:28
Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Luk 14:29
Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
Luk 14:30
sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
Luk 14:31
Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
Luk 14:32
Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
Luk 14:33
Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
---------
Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku
Saudaraku,
melepaskan kepemilikan menunjukkan ketidakkekalan bahwa semua keberadaan manusia, tempat dan benda, tunduk pada proses perubahan yang berkelanjutan dan akhirnya lenyap dari pandangan kita.
Menerima kebenaran ini, alih-alih menolaknya, dapat menuntun pada pemahaman yang lebih mendalam tentang apa yang kita miliki sehingga "ia tidak memiliki kita" dan pendekatan hidup yang lebih damai dan luwes dengan mengurangi keterikatan pada hal-hal yang bersifat sementara, yang mencakup berbagai masalah.
Dalam menghadapi penghakiman yang sudah pasti, keterikatan pada harta benda tidak ada artinya.
Menggambarkan kesiapan untuk secara spiritual meninggalkan semua bentuk keduniawian.
Saudaraku,
seperti halnya “membenci hidup sendiri”, yang berarti menyangkal diri untuk menyerahkan pikiran manusia kepada pikiran Tuhan, kepada kehendak-Nya, rencana-Nya dan tujuan-Nya, untuk memiliki hubungan yang intim, instruktif dan meneladan dengan Sang Guru, Tuhan Yesus.
Dunia ini merepresentasikan nilai-nilai sosial, budaya dan juga institusi yang korup dan bertentangan dengan kehendak Allah.
Daging melambangkan kodrat manusia yang telah jatuh beserta keinginan dan hawa nafsunya yang berdosa dan tidak teratur.
Iblis adalah musuh pribadi yang nyata yang berusaha menipu dan menjauhkan manusia dari Allah.
Oleh karena itu manusia membutuhkan "campur tangan ilahi" jika ingin melakukan apa yang menyenangkan Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 5 Nopember 2025
Tuhan Yesus
Mengikut Engkau memang tidak mudah
Namun kami percaya Engkau selalu memberikan rahmat kekuatan untuk menolak segala bentuk keduniawian
Dan kami percaya rahmatMu lebih dari cukup
Kami mohon jauhkanlah kami dari segala bentuk cinta diri dan keserakahan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa