Injil Markus 5:21-45;
Ayat 25-34:
Mrk 5:25
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
Mrk 5:26
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Mrk 5:27
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
Mrk 5:28
Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Mrk 5:29
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Mrk 5:30
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Mrk 5:31
Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"
Mrk 5:32
Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
Mrk 5:33
Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
Mrk 5:34
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
--------
Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau
Saudaraku,
Tuhan Yesus selalu menasihati para pengikutnya dan setiap orang yang ditemuinya untuk beriman dan percaya kepada-Nya.
Iman harus ada agar Tuhan Yesus dapat menyembuhkan dan membuat mukjizat terjadi.
Tuhan Yesus juga menasihati kita hari ini untuk beriman dan percaya kepada-Nya sehingga anugerah penyembuhan-Nya dapat mengalir dalam hidup kita. Kita mungkin percaya bahwa Tuhan Yesus tetap sama kemarin, hari ini dan selamanya.
Namun itu mungkin hanya kepercayaan kita dari leher ke atas.
Saudaraku,
seringkali saya mendengar perkataan seperti ini:
Tuhan sedang mengajari saya sesuatu melalui penyakit ini.
Dia sedang membangun karakter saya.
Dia sedang menguji saya, dan lainnya.
Tuhan Yesus tidak pernah melakukan atau mengatakan hal itu!
Tuhan Yesus tidak pernah menganggap penyakit sebagai berkat.
Penyakit adalah musuh bagi-Nya.
Tuhan Yesus mengerjakan sesuatu yang baik dari segala sesuatu, bagi mereka yang mengasihi Dia dan yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.
Tuhan Yesus tidak mengirimkan penyakit kepada kita untuk "mengajari kita sesuatu".
Dan perhatikan Tuhan Yesus bahkan tidak pernah bertanya tentang penyebab penyakit.
Jika Tuhan Yesus mengizinkan penyakit, Dia pasti memiliki alasan tertentu.
Dan tentunya untuk kebaikan kita.
Saudaraku,
apa yang Tuhan Yesus lakukan dengan luar biasa menyingkapkan bahwa Bapa menginginkan "kesehatan ilahi bagi kita dalam tubuh, jiwa dan roh".
Perhatikan perkataan ini: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
Itu adalah paket yang Tuhan Yesus berikan melalui salib-Nya.
Kita seharusnya menerima kesembuhan semudah kita menerima keselamatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 4 Februari 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyembuhkan dan menyelamatkan kami
Engkaupun menuntun kami dan membawa kami kedalam kekudusan
Kami mohon berilah rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Dan kami percaya setiap hari Engkau dengan penuh kasih menyertai langkah kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
