Injil Matius 1:1-16, 18-23;
Ayat 16-23:
Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Mat 1:22
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
Mat 1:23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita.
----------
Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita
Saudaraku,
kehadiran Tuhan Yesus bersama mereka bukan untuk menyelamatkan mereka sebagai bangsa.
Bukan pula untuk melindungi Yerusalem dari kekalahan, seperti pada zaman Yesaya.
Bahkan, seperti yang kita ketahui, sekitar 70 tahun kemudian Yerusalem dihancurkan oleh bangsa Romawi.
Tidak, Anak ini, sebagai "Allah beserta kita", adalah tanda yang meyakinkan kita bahwa keterpisahan kita dari Allah akan segera berakhir.
Nama yang diberikan malaikat kepada-Nya adalah Yesus, karena Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.
Allah beserta kita, bukan hanya untuk membuat kita merasa lebih aman, tetapi karena Ia akan menyelamatkan kita dari kenyataan penghakiman yang seharusnya kita terima.
Saudaraku,
kita merayakan peristiwa-peristiwa yang terjadi untuk memahami apa yang terjadi.
Kita tahu bahwa Allah telah mendatangkan keselamatan yang dijanjikan-Nya melalui Anak kecil ini.
Karena bayi Yesus ini terus menjadi tanda bagi kita, bukan?
Ia terus bertindak sebagai pengingat, sebagai tanda kasih dan perlindungan Allah yang tak berkesudahan.
Ketika kita merenungkan kelahiran Tuhan Yesus, wafat dan kebangkitan-Nya, kita terus diingatkan bahwa Allah sangat mengasihi kita.
Saudaraku,
sebelum Tuhan Yesus naik ke surga kembali kepada Bapa, Ia memberikan janji ini: "Ingatlah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Imanuel, Allah bersama kita, Roh Kudus-Nya tinggal di dalam setiap orang yang percaya.
Santo Paulus mengajarkan kepada kita:
"Jadi apakah yang akan kita katakan tentang semuanya ini? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Ia, yang tidak menahan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"(Roma 8:31)
Allah berjanji untuk tetap bersama kita.
Ia telah menyerahkan Anak-Nya yang tunggal bagi kita.
Apa yang bisa kita minta yang tidak akan Ia berikan jika kemurahan hati-Nya kepada kita sebesar itu?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 8 September 2025
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau bawa kami kepada PuteraMu
Kami mengalami belas kasihMu
Terlebih Tuhan Yesus PuteraMu berjanji akan menyertai kami sampai akhir zaman
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Supaya dalam segala keadaan, kami tidak mudah disesatkan
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa