Cetak halaman ini

Injil Lukas 9:7-9;

Luk 9:7
Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.
Luk 9:8
Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.
Luk 9:9
Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.
-------

Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus

Saudaraku,
Herodes adalah contoh yang baik dari orang yang tidak beriman, yang menyembah berhala yang terikat pada dirinya sendiri.
Orang yang beriman sejati adalah "melepaskan diri dari semua "berhala" dan berbalik kepada Allah yang hidup dalam perjumpaan pribadi.

Saudaraku,
efek pertama dari tidak percaya kepada Tuhan adalah "kehilangan akal sehat".
Orang yang tidak percaya pada Tuhan atau aturan Tuhan, akan percaya pada hal lain, tidak peduli seberapa absurdnya.
Iman kepada Tuhan dan Putra Tuhan adalah sebuah anugerah, tetapi itu adalah anugerah yang dapat ditolak.
Iman, pada hakikatnya, menuntut penolakan langsung yang tampaknya ditawarkan oleh penglihatan.
Iman merupakan undangan untuk berpaling kepada "sumber cahaya", sambil menghormati misteri wajah yang akan menyingkapkan dirinya secara pribadi pada waktunya sendiri.

Saudaraku,
Iman, yang terikat pada pertobatan, adalah lawan dari penyembahan berhala.
Iman memutuskan hubungan dengan berhala untuk berbalik kepada Allah yang hidup dalam perjumpaan pribadi.
Percaya berarti mempercayakan diri kepada kasih yang penuh belas kasihan yang senantiasa menerima dan mengampuni, yang menopang dan mengarahkan hidup kita dan yang menunjukkan kuasanya dengan kemampuannya meluruskan garis-garis sejarah kita yang bengkok.
Iman terdiri dari "kesediaan untuk membiarkan diri kita terus-menerus diubah dan diperbarui oleh panggilan Allah".
Disinilah letak paradoksnya: dengan senantiasa berpaling kepada Tuhan, kita menemukan jalan yang pasti yang membebaskan kita dari kehancuran yang dipaksakan kepada kita oleh berhala-berhala.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 25 September 2025

Tuhan Yesus
KaryaMu nyata dalam hidup kami
Engkau nyatakan pemeliharan dan kuasaMu setiap hari
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan
Untuk setia hidup dalam ketaatan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)