"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 9:51-56;

Luk 9:51
Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
Luk 9:52
dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
Luk 9:53
Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
Luk 9:54
Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"
Luk 9:55
Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
Luk 9:56
Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
--------

Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem

Saudaraku,
Tuhan Yesus "menetapkan tujuan-Nya untuk pergi ke Yerusalem," di mana Ia akan bersaksi tentang Kebenaran Sejati dan kehilangan nyawa-Nya. Orang Samaria tidak mau membuka pintu bagi-Nya, karena Ia sedang merayakan Paskah ke Yerusalem, yang mereka anggap sebagai Bait Suci palsu. Yakobus dan Yohanes, memperhatikan ketidakramahan orang Samaria, memohon kuasa untuk memperlakukan Samaria sebagaimana Allah memperlakukan Sodom dan Gomora di kitab Kejadian. Tetapi Tuhan Yesus menolak pemurnian-balas dendam itu.
uhan Yesus menegor mereka dan memberi tahu kita semua bahwa tidak ada yang lebih penting daripada mewartakan Kerajaan Allah

Saudaraku,
kita dipanggil untuk merdeka, tetapi itu bukan berarti kita bebas melakukan apa pun yang didorong oleh perasaan kedagingan kita.
Kemerdekaan, seperti yang dikatakan St. Thomas Aquinas, adalah kebebasan untuk mengetahui apa yang baik dan melakukannya.
Bebaskan diri kita dari kekhawatiran.
Jika kita melihat seseorang menderita, dengarkanlah mereka.
Jika kita menemukan seseorang yang terbuka kepada Kristus untuk mengubah sikap dan perilakunya, undanglah mereka untuk menjadi keluarga Allah.

Saudaraku,
dalam Ekaristi, kita merayakan kesetiaan Kristus dan kita berpartisipasi di dalamnya.
Tanpa rahmat-Nya, kita berada dalam lubang gelap, kita tak punya harapan.
Namun, dengan rahmat Kristus, yang dianugerahkan melalui Tubuh dan Darah-Nya, kita tidak hanya berharap keselamatan kita sendiri, tetapi juga agar Roh Kudus bekerja melalui kita untuk menarik lebih banyak orang kepada Kristus dan Gereja-Nya.
Kita berharap akan kekuatan untuk mengikuti rencana Allah bagi hidup kita, dan tetap bahagia serta menjadi saksi belas kasih dan kuasa Allah, bahkan di tengah kesulitan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 30 September 2025

Tuhan Yesus
Kami percaya belas kasihMu yang sangat besar itu, yang memelihara dan menyelamatkan kami
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendak dan rencanaMu
Dan berilah kami hati yang taat
Supaya hidup kami menjadi saksi belas kasih dan kuasaMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(1 Pilih)