"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 2:22-40;

Ayat 22-30:

Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
Luk 2:24
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
--------

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan

Saudaraku,
Bunda Maria dan bapa Yusuf, mengetahui siapa Yesus, Dia adalah Anak Allah yang Mahatinggi.
Namun Mereka tetap taat kepada hukum Taurat Musa.

Saudaraku,
KELUARGA adalah GEREJA rumah tangga, dimana kekudusan dipelihara dan dihayati.
Bunda Maria, bapa Yusuf adalah manusia biasa seperti kita.
Mereka taat kepada Roh dan mengabaikan hiruk-pikuk keduniawian.

Saudaraku,
berbahagialah kita karena Roh Allah menuntun dan memberi kekuatan sehingga kita taat kepada penglihatan kita akan Allah.
Jadi kita "TIDAK lagi berjalan sebagai orang dunia" yang tidak memiliki kepastian dan apa yang diyakininya hanya "katanya".
Mata kita telah melihat keselamatan.

Saudaraku,
marilah kita menjaga ketaatan itu, jangan mudah percaya dengan pikiran dan perasaan.
Dan jangan mencoba untuk "berdebat" dengan dunia, pasti kita akan kalah.
Tetap mengarahkan mata, hati dan pikiran hanya kepada pekerjaan-pekerjaan Allah.
Dan yakinlah Roh Kudus pasti memberikan kekuatan kepada kita untuk hidup dalam ketaatan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 2 Februari 2022


Tuhan Yesus
Sabda-Mu ada dan hidup dalam hati dan pikiran kami
Menjadi mata kami untuk melihat dunia
Roh Kudus menguasai kehendak kami
Sehingga kami tetap hidup dalam ketaatan dan hanya melakukan perintah-Mu
Oleh karena itu kami mengawali pagi ini dengan mengucap syukur kepada-Mu
Dan kami serahkan semua rencana kami hari ini
Kami mohon tuntunlah kami supaya kami tetap setia di jalan-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)