Injil Lukas 24:13-35;
Ayat 13-21, 30-31:
Luk 24:13
Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
Luk 24:14
dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
Luk 24:15
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
Luk 24:16
Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Luk 24:17
Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
Luk 24:18
Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"
Luk 24:19
Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
Luk 24:20
Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
Luk 24:21
Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
---------
Luk 24:30
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
Luk 24:31
Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
---------
Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel
Saudaraku,
adakah yang kecewa dengan Tuhan Yesus?
Mata saya melihat dan telinga saya mendengar, ada beberapa orang yang selalu aktif dalam kegiatan gereja, namun akhirnya ia meninggalkan Tuhan Yesus.
Beberapa yang saya kenal, katanya kecewa dengan "orang-orang kristiani".
Dan selalu saja ada orang yang menyalahkan atau berkomentar tidak baik, mungkin karena kecewa.
Permenungannya: Apakah saudara yakin masih merasa sebagai orang kristiani?
Saya hanya ingin memastikan bahwa kita tetap setia dalam iman dan pengharapan.
Karena hidup dalam iman dan pengharapan itu tidak mudah.
Hidup yang kita alami hampir 90% lebih, tidak sesuai yang kita harapakan.
Contoh sederhana: kita mengharapkan sarapan nasi goreng, ternyata istri menyediakan soto ayam.
Dan jika kita mau jujur, setiap detik kita menyongsong ketidakpastian.
Tidak ada satupun manusia yang bisa memastikan hidupnya 1-2 detik ke depan.
Saudaraku,
imanlah yang menumbuhkan pengharapan, maka hati dan pikiran kita harus seirama dengan iman itu.
Jika tidak, sepanjang hidup kita adalah penderitaan.
Berulangkali saya menulis, oleh karena iman kita mampu melihat dari dimensi Allah.
Maka marilah kita menyikapi segala sesuatu dengan iman kita sebagai anak-anak Allah.
Kita akan bebas dari segala macam kekecewaan dan penderitaan.
Ijinkanlah Tuhan Yesus yang menguasai kehendak kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 20 April 2022
Tuhan Yesus
Kami sadar Engkau hidup
Kami selalu berharap kepada-Mu
Tetapi seringkali kami tidak melibatkan Engkau
Padahal kami merasa sudah berharap kepada-Mu
Dan jika harapan kami tidak terwujud kami kecewa
Ampunilah kami ya Tuhan ampunilah kami
Kami mohon baruilah hati kami setiap hari dengan kuasa Roh-Mu
Dan tuntunlah kami supaya tetap setia dijalan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
