"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 1:26-38;

Luk 1:46
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
Luk 1:47
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
Luk 1:48
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
Luk 1:49
karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Luk 1:50
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Luk 1:51
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Luk 1:52
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Luk 1:53
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Luk 1:54
Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
Luk 1:55
seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Luk 1:56
Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
----------

Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya

Saudaraku,
mari kita bersukacita dan bergembira bersama Bunda Maria.
Karena Allah telah mengunjungi umat-Nya.
Siapa umat Allah?
Apakah orang Farisi dan ahli Taurat?
Apakah orang-orang kaya?
Apakah orang-orang terpandang?
Apakah orang-orang yang berkuasa?
Allah mengunjungi orang-orang berdosa yang merindukan pertobatan dan orang-orang yang rendah hati.
Dan Ia menurunkan orang-orang berkuasa dari tahtanya, mengapa? Karena mereka terlalu sombong untuk meminta pertolongan Allah.

Saudaraku,
Bunda Maria adalah guru pengorbanan dan guru kerendahan hati.
Jika kita ingin hidup bersama Tuhan Yesus, kitapun harus sanggup berkorban dan rendah hati.
Maka janganlah selalu menuruti dorongan hati dan perintah akal budi.
Tetapi mari kita periksa dulu dengan sungguh-sungguh dan teliti.
Sebenarnya tanda-tandanya sangat jelas, setiap dorongan hati yang "berpusat pada cinta diri", adalah sesat!
Ia memperhatikan kerendahan hamba-Nya.
Dan mari kita coba perhatikan, orang sombong atau tinggi hati tidak akan pernah merasakan kedamaian.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 22 Desember 2021

Allah Bapa kami
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu untuk menyingkirkan pikiran-pikiran kami yang sombong
Doronglah kami untuk mengenal diri sendiri apa adanya
Dan kami mohon ajarilah kami untuk rendah hati

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)