Cetak halaman ini

Injil Lukas 2:15-20;

Luk 2:15
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
Luk 2:16
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Luk 2:17
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Luk 2:18
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Luk 2:19
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Luk 2:20
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
--------

Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana

Saudaraku,
saya berandai-andai jika Tuhan Yesus lahir di dunia pada zaman ini dan kabar kelahirannya itu diterima oleh generasi milennial.
Apakah Tuhan Yesus lahir di kandang domba?
Dan apakah kaum milennial itu lantas percaya seperti para gembala?

Saudaraku,
hampir setiap natal saya bertanya kepada diri saya sendiri: apakah Tuhan Yesus sungguh-sungguh lahir?
Pertanyaan itu saya buat refleksi diri saya sendiri, melihat diri sendiri apakah "Tuhan Yesus hidup dihidup saya".
Sebab Tuhan Yesus lahir untuk orang hidup, Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.(Bdk Mat 22:32)
Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya "HIDUP".
Jadi bukan tentang kematian, bukan pula tentang segala aturan untuk surga atau neraka.
Tetapi bagaimana "hidup seorang kristiani berguna bagi sesama".
Dalam bahasa jawa lebih pas dan menarik: "Migunani tumraping liyan".

Saudaraku,
kaum milennial berapa lama kalian menghabiskan waktu dengan internet?
Dan berapa sering kalian memikirkan kebaikan untuk teman-temanmu?
Tuhan Yesus lahir dalam keadaan yang sangat sederhana, tidak perlu berpikir hal-hal yang besar untuk melakukan kebaikan kepada orang lain.
Banyak hal-hal sederhana yang bisa menjadi sangat luar biasa apabila dibungkus dengan kasih.
Maka "peliharalah kasih" supaya tetap hidup dalam hidup kita.
Dengan demikian hidup kita walaupun dalam kesederhanaan pasti akan menjadi kabar gembira bagi setiap orang.

SELAMAT NATAL

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 25 Desember 2019

Saat kami merenungkan kebaikan-Mu ya Bapa
Rasanya kami belum cukup banyak berbuat baik
Seringkali kami hanya memikirkan diri kami sendiri
Dan takut kehilangan kenyamanan

Terimakasih Ya Bapa
Engkau memberikan teladan kepada kami
Engkau hadir dalam kesederhanaan

Kami mohon Roh Kudus-Mu
Menjadi kekuatan kami
Penuntun kami
Sehingga tidak lagi memikirkan diri sendiri
Mendorong kami untuk lebih banyak berkarya dalam kebaikan untuk sesama

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(1 Pilih)