"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Yohanes 8:31-42;

Ayat 31-36:

Yoh 8:31
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
Yoh 8:32
dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Yoh 8:33
Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
Yoh 8:34
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Yoh 8:35
Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
Yoh 8:36
Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
--------

Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa

Saudaraku,
sangat jelas pengajaran Tuhan Yesus: sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Permenungan untuk kita adalah: Apakah kita mampu membedakan perbuatan yang dosa dan yang tidak?
Jika manusia sendirian, artinya tanpa sampur tangan "Roh Allah", terlalu sulit manusia membedakan berbuat dosa dan yang tidak.
Dan jika kita mau mengakui dengan jujur, apa segala perbuatan yang menguntungkan diri kita, itu tidak dosa.
Sebab demikianlah manusia, cenderung cinta diri dan menjadi hamba daging.
Kita pun mengetahui daging selalu ingin dilayani dan menolak untuk menderita.
Jadi tidak lagi mau tahu dosa atau tidak, manusia cenderung tunduk kepada keinginan daging.
Lalu jika ditegur selalu muncul pembenaran-pembenaran diri.

Saudaraku,
patut kita mengucap syukut setiap hari, sebab Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita dari hamba dosa.
Ia hidup dalam hidup kita, Ia dengan jelas menyatakan kepada kita, mana kehendak Allah dan yang mana keinginan daging.
Maka yang dibutuhkan adalah ketaatan kita supaya kita tidak diperbudak oleh keinginan daging.
Namun kita semua menyadari bahwa taat kepada Allah, hanya bualan belaka "pengorbanan".
Rajin ibadat, aktif di lingkungan, aktif di paroki itu baik, tetapi jika semua itu tidak bisa membuat kita berani berkorban sama saja bohong.
Pengorbanan adalah mematikan daging untuk supaya hanya melayani perintah Allah.
Maka mari kita lihat diri kita sendiri, bagaimana respon spontan kita dalam menyikapi setiap ketidaknyamanan.
Jika yang muncul spontan dari hati dan pikiran kita masih menyalahkan orang lain, berarti kita masih menjadi hamba diri.
Mohonlah kepada Tuhan supaya kita mampu mematikan daging, sehingga kita tidak menjadi hamba dosa.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 6 Januari 2022

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau buat mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Terimaksih pula untuk Roh Kudus-Mu yang selalu menerangi hati dan pikiran kami
Sehingga kami dengan sangat-sangat jelas nampak mana kehendak-Mu dan yang mana keinginan daging
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu untuk menolak segala godaan daging
Kami hanya ingin menjadi hamba-Mu dan hanya ingin melaksanakan perintah-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 
Nilai butir ini
(1 Pilih)