"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Yohanes 11:45:56;

Ayat 47-53:

Yoh 11:47
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
Yoh 11:48
Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
Yoh 11:49
Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa,
Yoh 11:50
dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
Yoh 11:51
Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
Yoh 11:52
dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Yoh 11:53
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
---------

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia

Saudaraku,
para imam, orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat dengan keras menentang Tuhan Yesus.
Karena keberadaan mereka terancam, mereka "kehilangan panggung" dan penonton.
Sampai hari ini pun kita masih melihat, tokoh politik dan tokoh agama adalah tak terpisahkan, pakaiannya berbeda tetapi tujuannya sama.
Yaitu untuk kekayaan, kekuasaan dan prestise.

Saudaraku,
Tuhan kita Yesus Kritus datang ke dunia supaya kita tidak "mencari panggung dunia".
Saya yakin kita umat kristiania sangat mengetahui bahwa segala bentuk dorongan cinta diri berpotensi menggeser kuasa Allah dari diri kita.
Namun menyangkal diri bukan perkara yang mudah, sebab daging lebih cenderung "menyangkal Tuhan".
Oleh karena itu tidak cukup hanya aktif dalam kegeiatan gereja dan rajin ibadat, tetapi kita harus berani "menyalibkan daging".
Menyangkal diri adalah jalan untuk taaat kepada Roh Allah.
Akan tetapi godaan-godaan, rintangan-rintangan tidak berhenti siang dan malam dengan berbagai macam bentuk tipu muslihat.
Hendaknya kita selalu menyadari bagaimana "keadaan kita".
Jika kita merasa lemah, cepat-cepatlah datang kepada Tuhan Yesus.
Ia telah lebih dulu mengalaminya dan telah mengalahkannya.
Dan Tuhan Yesus telah memberikan pengajaran dan teladan tentang penyangkalan diri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 1 April 2023

Tuhan Yesus
Kami mohon ampunilah segala keluh kesah kami
Kami sadar godaan-godaan kekayaan, kekuasaan dan prestise datang silih berganti
Maka kami pun memohon rahmat kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk cinta diri
Supaya hidup kami tidak terombang-ambing dari satu keinginan ke keinginan yang lain

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)