Injil Markus 9:2-13;
Ayat: 2-10:
Mrk 9:2
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
Mrk 9:3
dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
Mrk 9:4
Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
Mrk 9:5
Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Mrk 9:6
Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.
Mrk 9:7
Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."
Mrk 9:8
Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.
Mrk 9:9
Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.
Mrk 9:10
Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."
-------
Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat
Saudaraku,
satu demi satu "keajaiban" dinyatakan oleh Tuhan Yesus dihadapan para murid-Nya.
Keheranan-keheranan para murid pastinya menjadi kekuatan mereka untuk mewartakan kuasa dan belas kasih Allah kepada kita.
Maka berbahagialah kita jika hari ini mata kita melihat Allah yang hidup dan telinga kita mendengar suara-Nya.
Dan taatlah kepada penglihatan dan pendengaran itu.
Saudaraku,
beberapa waktu yang lalu saya mengendarai mobil dari Kota Malang menuju Yogyakarta.
Di tempat istirahat pertama saya melihat jarum penujuk bahan bakar sudah hampir habis, tetapi lampu indikator belum menyala.
Ditempat istirahat tersedia pom bensin, saya memutuskan nanti saja di pemberhetian berikutnya, yang memang jaraknya tidak jauh dan saya yakin bahan bakar masih cukup.
Karena saya memakai mobil itu sudah 10 tahun.
Ternyata rest area atau tempat istirahat berikutnya tidak tersedia pom bensin.
Saya mulai gelisah kalau bahan bakar tidak cukup untuk sampai ke rest area yang ada pom bensinnya.
Resta area berikutnya tidak ada pom bensin, saya tambah gelisah.
Dan akhirnya baru di rest area yang berikutnya lagi ada pom bensin, lega rasanya.
Saudaraku,
ada banyak tanda yang diberikan oleh Allah kepada kita, supaya perjalanan hidup kita tetap berada di jalan Allah.
Di dalam Kristus kita mengetahui bahwa Allah Bapa kita sangat mengasihi kita dan tidak ingin kita semua binasa.
Ingatlah bahwa oleh karena Roh Kudus, mata dan telinga kita melihat dan mendengar tanda-tanda Allah.
Taatlah kepada tanda-tanda itu dan jangan tunda-tunda, sebab esok hari itu tidak pasti.
Sehingga setiap saat didapati-Nya kita hidup dalam kekudusan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 18 Februari 2023
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau nyatakan belas kasih dan kuasa-Mu kepada kami setiap hari
Ampunilah ketidaktaatan kami
Dan kami mohon berilah kami kekuatan dan keberanian untuk menyingkirkan pendapat kami sendiri
Supaya dalam segala keadaan Kau dapati kami tetap setia hidup dalam penglihatan dan pendengaran kami akan Engkau
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
