"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 12:14-21;

Mat 12:14
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
Mat 12:15
Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (12-15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
Mat 12:16
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
Mat 12:17
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
Mat 12:18
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
Mat 12:19
Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
Mat 12:20
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
Mat 12:21
Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
------------

Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia

Saudaraku,
belakangan ini ramai di media sosial, seorang pria mualaf yang katanya dulu bernama Ir. Ignatius Yohanes S.Th dan mengaku anak kardinal dan ibunya seorang evangelis namanya Ir. Maria Laura, M.Th.
Bagi orang katolik jelas sangat janggal, karena seorang kardinal tidak mungkin beristri.
Namun saya yakin semua orang katolik tidak akan marah atau emosi atas video tersebut, justru malah tertawa terbahak-bahak.
Bukan menertawakan pria mualaf tersebut, tetapi menertawakan pernyataannya seperti pernyataan mengenai bumi itu datar.

Saudaraku,
Tuhan Yesus melarang kepada pengikutnya memberitahukan siapa Dia, supaya tidak semakin membakar amarah orang-orang Farisi.
Tentunya orang Farisi akan semakin marah dan benci pula dengan orang-orang yang telah menerima mujizat kesembuhan.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa "kebenaran" tidak diberitakan atau disampaikan dalam suasana kebencian.
Allah itu kasih, kebenaran itu harus diberitakan dengan belas kasih bukan dengan menjelekkan siapapun, justru harus dengan mengasihi siapapun.
Ada saatnya kita harus diam, membiarkan hiruk pikuk dunia berlalu, seperti orang tuli dan hanya memikirkan hal-hal yang memberikan kedamaian.
Jangan memperhatikan hal-hal yang tidak kita setujui dan biarkanlah orang lain dengan pandangannya sendiri daripada mengadakan perdebatan-perdebatan.

Saudaraku,
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya.
Tuhan Yesus mengasihi kita semua dan Ia menginginkan kita selamat.
Maka marlah kita pergunakan setiap kesempatan untuk mencapai kemajuan perkembangan rohani, setiap contoh yang baik jadikan pembakar semangat.
Dan apabila kita melihat sesuatu yang tidak patut, janganlah kita tiru.
Kebajikan hanya bisa dicapai dengan susah payah, sebab selalu saja ada pertempuran di dalam diri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 18 Juli 2020

Allah Bapa kami
Engkau yang berkuasa atas gelora laut dan membuat tenang kembali gelombang-gelombangnya
Kami mohon kacaukanlah bangsa-bangsa yang menghendaki peperangan
Dan tunjukkanlah kemegahan-Mu kepada mereka
Supaya damai-Mu yang menguasai bumi

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(1 Pilih)