"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 18:8-14;

Luk 18:9
Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
Luk 18:10
"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
Luk 18:11
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
Luk 18:12
aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
Luk 18:13
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
Luk 18:14
Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
----------

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan

Saudaraku,
saya pernah mendengar seseorang berkata kepada saya: "jangan menilai buku dari sampulnya".
Sesaat saya terkejut mendengar itu, memang terkadang saya sering "menilai" sesorang walaupun hanya dalam "pikiran".
Walau dalam pikiran tentunya akan mempengaruhi sikap saya terhadap orang tersebut.
Sejak saat itu saya selalu berhati-hati dalam menyikapi sesuatu, bahkan kata kawan saya, saya dinilai terlalu "lembek".
Dan katanya lagi: jika sikapnya selalu lembek tidak akan bisa tegas, orang seperti saya tidak cocok menjadi pebisnis.

Saudaraku,
sesungguhnya saya merasakan mengikut Tuhan Yesus itu sangat berat.
Tidak akan pernah bisa kita membuat garis tegas antara urusan Tuhan dan urusan dunia.
Seperti yang sering saya ungkapkan dalam renungan harian, sebagai seorang kristiani kita harus selalu sadar bahwa seolah-olah "kita adalah seorang nabi".
Sehingga sikap ataupun ucapan kita: tidak sombong, "tidak menghakimi orang lain" dan tidak menyakiti orang lain.

Saudaraku,
melalui Injil Lukas pagi ini, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa bukan apa yang kita lakukan namun sikap kita di hadapan Allah yang dilihat-Nya.
Berdoa memang baik, namun jika doa itu tidak mampu mengubah sikap kita di hadapan Allah, itu hanya kesia-siaan.
Mari selalu berupaya menjaga sikap kita di hadapan Allah dan tetap rendah hati, jaganlah terlalu menghiraukan apa dan siapa supaya kita tidak menjadi bimbang.
Janganlah marah jika orang lain mengetahui dan mengungkapkan keburukan-keburukan dan kekurangan kita.
Allah yang mengetahui waktu dan caranya, Ia yang akan membantu kita melawan kesombongan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 21 Maret 2020

Allah Bapa kami
Engkau memberitahukan hal-hal yang tersembunyi kepada orang yang rendah hati
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon kuatkanlah kami supaya dalam segala keadaan
Kami tetap menyadari penyertaan-Mu
Dan mata kami tetap tertuju kepada karya-karya-Mu
Sehingga kami tidak mudah tergoda oleh tipu daya dunia

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(0 pemilihan)