"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 15:1-3, 11-32;

Saya salin ayat 1-3, 11-14, 17-20:

Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
----------
Luk 15:11
Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
------------
Luk 15:17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Luk 15:18
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Luk 15:19
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Luk 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
------------

Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka

Saudaraku,
Injil Lukas pagi ini mengajarkan kepada kita tentang pengampunan.
Mengampuni bagi umat kristiani adalah sebuah kesadaran bukan tentang ajaran atau perintah.
Setiap hari kita bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang.
Oleh sebab itu penting bagi kita umat kristiani harus menyadari pentingnya pengampunan.
Dalam hubungan apapun bisa saja terjadi beda pendapat dan terkadang salah paham.
Dan apabila kita perhatikan hampir setiap hari kita mengalami ketidaknyamanan.
Ada orang yang menyeberang jalan sembarangan, parkir sembarangan, berkendara ugal-ugalan, knalpot bising dan lainnya.
Di kantor sudah kerja dengan baik masih tidak dipercaya oleh atasan.
Di keluarga terkadang suami/istri sangat bawel, anak-anak tidak patuh dengan orangtua.
Dan lain sebagainya.
Bagi orang-orang dunia, ketidaknyamanan seperti itu ditanggapi dengan keluh kesah dan terkadang dengan caci maki.
Bagi kita umat kristiani kita wajib memberi pengampunan dan menyikapi segala ketidaknyamanan dengan belas kasih.

Saudaraku,
kita umat kristiani pasti siap mengampuni dan berani dengan tulus hati mengakui kesalahan dan meminta pengampunan.
Orang-orang dunia lebih memilih membangun tembok pemisah daripada memberi pengampunan atau meminta maaf.
Sebab memang manusia cenderung cinta diri, maka tanpa iman yang benar, manusia tidak pernah bisa mengampuni dengan tulus hati.
Jika tidak sungguh-sungguh hidup dalam Allah, mengampuni, memaafkan hanya sekedar mematuhi perintah supaya dilihat orang, sesungguhnya hatinya menolak.
Maka mari janganlah kiranya kita selalu memikirkan perbuatan yang salah, tidak ada gunanya sama sekali, hanya akan menambah beban hidup.
Tidak ada seorangpun yang tidak pernah terluka, jika luka itu tidak lagi kita sentuh, luka itu akan cepat sembuh dan tidak lagi berbekas.
Dan menyadari itu, janganlah melukai apapun dan siapapun, walaupun nampaknya mempunyai alasan untuk melakukan itu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 6 Maret 2021

Tuhan Yesus Kristus
Terimakasih Engkau menerima kami
Terimakasih Engkau mengampuni dosa-dosa kami
Terimakasih Engkau memenuhi kami dengan belas kasih
Sehingga hidup kami berlimpah pengampunan
Kami hidup dalam damai dan sukacita di dalam Engkau
Maka setiap hari kami ucapkan puji dan syukur
Dan menyerahkan setiap rencana kami kepada-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(1 Pilih)