Injil Matius 18:1-6, 10, 12-14;
Saya kutip sebagian:
Mat 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Mat 18:2
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Mat 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
-----------
Mat 18:12
"Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
Mat 18:13
Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Mat 18:14
Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.
-------------
Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga
Saudaraku,
seorang anak "tidak mengandalkan akal budi", hati nuraninya bersih dan hidup apa adanya berserah penuh kepada orangtuanya.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga harus bertobat dan menjadi seperti anak kecil.
Menjadi anak kecil berarti kita harus bisa menyerahkan akal budi kepada Allah.
Saudaraku,
kebenaran itu berbicara di dalam hati, tidak membutuhkan akal budi.
Kebenaran itu akan mengajar kita untuk melepaskan segala sesuatu yang akan berlalu dan tidak kekal.
Kebenaran itu penghibur batin dan memperbaiki hidup.
Kebenaran itu selalu menggugah hati supaya maju dalam keutamaan.
Maka hanya dibutuhkan hati yang mendengar, telinga yang tuli akan suara lantang dari luar.
Hati yang mendengar Suara Bapanya.
Maka marilah kita selalu berusaha melepaskan dari keterikatan-keterikatan dunia, yang membuat hati kita tuli.
Dan janganlah kita menghambur-hamburkan hati kita hanya untuk keinginan duniawi.
Mari kita selalu ingat bahwa "di kulkas Bapa ada banyak makanan dan minuman".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 11 Agustus 2020
Allah Bapa kami
Di rumah-Mu ada berlimpah-limpah makanan dan minuman
Kami mohon tuntunlah kami dengan kuasa Roh-Mu
Supaya kami tidak tersesat hanya oleh karena sajian-sajian dunia
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
