Konon ketika raja Persia menaklukkan Tanah Suci dan menduduki Yerusalem, ia merampas Salib Yesus dan membawanya ke Persia.
Tetapi tidak lama kemudian ketika Kaisar Romawi Heraklius mengalahkan Persia, Salib Tuhan itu dikembalikan atas tuntutannya.
Heraklius sendiri memikul Salib Tuhan itu hingga ke puncak Golgotha.
Pada abad keempat, Salib itu ditemukan oleh Santa Helena, ibu Kaisar Konstantinus Agung.
Sebuah gereja dibangun di sana sebagai penghormatan terhadap Salib Tuhan itu.
Hari ini Gereja merayakan pesta Salib Suci.
Pemuliaan Salib Tuhan ini dikaitkan dengan penemuannya oleh Santa Helena.
Lebih dari itu pesta ini lebih merupakan ungkapan iman Gereja terhadap Salib Yesus sebagai jalan keselamatan.
(Sumber: imankatolik)
Injil hari ini:
Yohanes 3:13-17;
Yoh 3:13
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Yoh 3:14
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
Yoh 3:15
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:17
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
-----------
Demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal
Saudaraku,
tidak ada jalan lain untuk menuju kehidupan dan ketentraman batin, kecuali lewat salib suci dan mati raga setiap hari.
Kita bisa menuruti kemaun dan keinginan kita sendiri, namun kita akan selalu berjumpa dengan penderitaan dan kesengsaraan.
Dimana-mana kita akan bertemu dengan salib.
Berupa sakit badani ataupun kesulitan-kesulitan batin.
Saudaraku,
kita mampu bertahan dalam setiap ketidaknyamanan oleh karena iman, oleh karena salib Kristus.
Sehingga dalam segala keadaan, hidup kita tidak "mencemarkan nama Allah".
Dalam rumah tangga misalnya, jika masing-masing tidak mau menyalibkan dirinya, keluarga itu tidak akan bisa bertahan.
Demikian pula dalam kehidupan bermasyarakat ataupun dalam bekerja, jika masing-masing ingin menuruti keinginannya sendiri maka akan rusak.
Maka jika kita ingin memperoleh ketentraman batin di dunia ini, kita harus sanggup memikul salib kita sendiri.
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?(Luk 24:26)
Jika demikian, mengapa kita ingin menghindari salib?
Penghalang kita adalah "keinginan daging", jika kita tidak sanggup menyalibkan daging, kita tidak akan memperoleh kehidupan kekal bersama Bapa di surga.
Manusia tidak pernah puas dengan pencapaiannya, bukankah itu penderitaan?
Jika ada yang mengatakan tidak, ia sedang menipu dirinya sendiri.
Kita akan mengalami surga di dunia ini, jika kita mampu menikmati pencobaan-pencobaan demi melakukan kehendak Tuhan Yesus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 14 September 2021
Tuhan Yesus Kristus
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami sanggup mengalahkan keinginan daging dan bertekun dalam iman
Pengajaran-Mu jelas dan teladan-Mu nyata
Tidak ada alasan sedikitpun untuk takut melalui pencobaan-pencobaan
Maka kami mohon kuasailah keinginan kami
Supaya dalam segala keadaan kami hanya melakukan kehendak-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa