Cetak halaman ini

Injil Matius 1:1-17;

Silsilah Yesus

Saya kutip sebagian:

Mat 1:15
Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
Mat 1:17
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
--------

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus

Saudaraku,
Saya sendiri hanya ingat silsilah keluarga hanya sampai kakek nenek, kakek atau nenek buyut sudah tidak ingat lagi, mungkin bapak atau ibu saya yang mengetahui.
Injil Matius hari ini tentang silsilah Tuhan Yesus yang sangat panjang.
Saya menawarkan permenungan: apakah silsilah keturunan kita jadi penentu masa depan?
Menurut saya kalau dari "kacamata iman" saya percaya Allah telah merencanakan kelahiran saya.
Termasuk saya dipilih untuk mengenal Tuhan Yesus.
Mari kita lihat dari catatan Matius silsilah keluarga Tuhan Yesus kira-kira 28 generasi, kira-kira 1.600 - 1800 tahun.
Bagi manusia 1600 tahun bukan waktu yang singkat.
Pesan yang saya tangkap, siapapun kita tidak peduli dengan "keturunan", mungkin ada yang merasa keturunan raja, bahkan keturunan nabi atau keturunan gembel, semuanya diundang untuk masuk dalam "kisah keselamatan-Nya ".

Saudaraku,
jika kita ingin hidup kita masuk dalam rencana keselamatan Allah, taatlah kepada "tanda-tanda Allah".
Ada yang merasa tidak menerima tanda Allah?
Menurut saya tidak ada satupun yang tidak menerima tanda, namun tanda itu terkalahkan atau tersingkirkan saat seseorang menjadi budak panca indra.
Mari coba perhatikan orang yang pelit atau tidak pernah mau berbagi, setiap kali akan mengulurkan tangannya ada jeritan-jeritan yang menuntut "hak-nya".
Salah satu contoh jeritannya begini: kebutuhan lain masih banyak, gak usah dululah ntar juga ada orang lain yang memberi.

Saudaraku,
ada baiknya selalu menyadari bahwa keberadaan kita dimanapun kita, "dalam penglihatan Allah".
Dan Allah dengan berbagai cara menuntun dan membimbing kita supaya kita tetap di jalan keselamatan-Nya.
Maka mari kita taat kepada Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita.
Saya sangat-sangat yakin Ia selalu berbicara kepada kita, dengarkanlah Dia supaya kita beroleh kehidupan kekal.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 17 Desember 2019

Bapa
Daging ini rasanya seperti petualang
Dalam kelemahan-kelemahan selalu menuntut
Dan tidak pernah berhenti untuk meminta

Sungguh kami membutuhkan rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Kami membutuhkan penghiburan-Mu untuk menyegarkan keletihan jasmani
Kami telah lelah dan kehabisan tenaga
Kami percaya Engkau akan menopang kami saat kami taat kepada kehendak-Mu
Sehingga kami tetap berada dijalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(1 Pilih)