"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 12:46-50;

Mat 12:46
Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.
Mat 12:47
Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."
Mat 12:48
Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Mat 12:49
Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mat 12:50
Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
------------

Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.

Saudaraku,
mengawali permenungan pagi ini saya kutipkan pula surat Efesus 2:17-18
Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Saudaraku,
disaat kita menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus, kita masuk dalam "persekutuan dengan-Nya".
Maka jika kita sungguh-sungguh menyadari hal itu, tentunya akan mengubah cara hidup kita.
Bagaimana mungkin tidak mengubah hidup, ketika kita menyadari bahwa kita adalah keluarga Tuhan Yesus , keluarga Allah.
Kita mengetahui apa yang harus kita ketahui, mengasihi apa yang harus kita kasihi, memuji apa yang berkenan bagi-Nya.
Dan tentunya "menghina" apa yang patut dihina, sehingga kita tidak terjebak didalamnya.
Mata dan telinga kita bukan hanya melihat dan mendengar segala sesuatu secara lahiriah, namun dengan rahmat Allah.
Dengan demikian memperoleh kebijaksanaan surgawi sehingga tidak mudah tertipu oleh hal-hal duniawi dan dalam segala hal selalu mencari kehendak-Nya dan apapun yang berkenan kepada-Nya.

Saudaraku,
kita adalah Gereja, satu dalam keluarga.
Oleh karena itu mari kita bijaksana dalam tingkah laku, menghindari percakapan yang tidak perlu dan jangan mencari penghiburan-penghiburan lahiriah.
Berjaga dan berdoa supaya kehidupan rohani kita sehat dan bertumbuh.
Dan supaya kita tidak mencemarkan keluarga kita, keluarga Allah.
Tentunya tangan kita tidak berat untuk berbagi, ada keluarga kita keluarga-keluarga Allah yang saat ini terdampak pandemi cobid-19, mari ulurkan tangan kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 21 Juli 2020

Tuhan Yesus Kristus
Sungguh kami mengucap syukur dan berbahagia
Siapakah kami ini yang menerima anugerah-Mu yang besar itu
Engkau jadikan kami saudara-Mu laki-laki, saudara-Mu perempuan
Dan Engkau mengasihi kami dengan limpah
Kami persembahkan hidup kami dan semua rencana hidup kami hanya kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Nilai butir ini
(5 pemilihan)