Injil Yohanes 17:1-11a;
Ayat:1-3
Yoh 17:1
Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
Yoh 17:2
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
Yoh 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
--------
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus
Saudaraku,
setiap orang kristiani jika ditanya apakah kenal Tuhan Yesus? Jawabannya pasti kenal.
Dalam kamus besar bahasa indonesia arti kata kenal adalah tahu.
Bagi kita umat kristiani apakah hanya sekedar tahu Tuhan Yesus?
Jika hanya sekedar tahu apa bedanya dengan Saudara-saudara kita yang tidak beragama katolik/kristen?
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan, mengenal Bapa bukan hanya tahu tetapi mengakui "satu-satunya Allah yang benar".
Lalu permenungannya: apakah wujud mengakui Allah yang benar?
Saudaraku,
Allah Bapa melalui Putera-Nya Tuhan kita Yesus Kristus, mengundang kita kedalam "hubungan pribadi", hubungan personal atau intim.
Hubungan pribadi dalam kasih, sebab Allah telah lebih dulu mengasihi kita.
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.(1Yoh 4:19)
Dan yang lebih dahsyat lagi, kita bukan lagi hamba tetapi sahabat.
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.(Yoh 15:15)
Jika kita adalah sahabat-sahabat Allah, tentunya kita melakukan kehendak Allah dengan sukarela dan senang hati.
Namun jika hubungan kita dengan Allah, seperti tuan dan hambanya, kita melakukan kehendak Allah hanya karena perintah dan karena takut hukuman.
Jika dalam doa-doa, kita menyebut diri kita sebagai hamba adalah sebagai ungkapan kerendahan hati dan rasa hormat karena Allah mengasihi kita.
Terus terang saya bingung mendengar dan melihat pengajaran: TAKUT akan TUHAN, di beberapa gereja saudara-saudara kita umat kristen.
Jika ketaatan kepada Allah oleh karena TAKUT, berarti hubungan dengan Tuhan seperti budak yang takut kepada tuannya, karena takut hukuman.
Saudaraku,
jika kita benar-benar mengenal Tuhan Yesus, kita mengenal Allah Bapa, Allah yang benar, Allah yang penuh kasih.
Lalu jika kita sungguh-sungguh mengasihi Allah, kita akan taat kepada Allah bukan karena takut tetapi karena KASIH.
Dan kasih akan Allah itulah yang akan membawa kita kepada ketaatan dan hidup kekal.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 23 Mei 2023
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau membawa kami kedalam kasih-Mu melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Kami bukan lagi hamba tetapi sahabat
Sahabat yang mengetahui perbuatan-perbuatan-Mu
Kami taat kepada-Mu bukan karena takut hukuman tetapi karena kami sungguh-sungguh mengasihi Engkau
Karena Engkau telah lebih dahulu mengasihi kami dalam Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Maka kami mohon kuasailah hidup kami dan puaskanlah kami dengan kasih-Mu yang sangat besar itu
Supaya kami tidak tertipu oleh segala bentuk kepuasan daging
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa
