Cetak halaman ini

Injil Markus 5:21-43;

Ayat 35-43:

Mrk 5:35
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Mrk 5:36
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
Mrk 5:37
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
Mrk 5:38
Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
Mrk 5:39
Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
Mrk 5:40
Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
Mrk 5:41
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Mrk 5:42
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
Mrk 5:43
Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
--------

Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru? Jangan takut, percaya saja!

Saudaraku,
Injil kita hari ini, Tuhan Yesus menyembuhkan perempuan yang telah 12 tahun lamanya menderita pendarahan.
Dan Tuhan Yesus membangkitkan anak kepala rumah ibadat yang telah meninggal.

Saudaraku,
apa reaksi kita saat kita mengalami kesulitan dan tidak ada lagi jalan keluar dan telinga batin kita mendengar Tuhan Yesus berkata: Jangan takut, percaya saja!
Percaya kepada Tuhan Yesus atau mengikuti jalan pikiran kita sendiri?
Seringkali kondisi seperti itu sangat sukar menentukan pilihan dan cenderung percaya kepada pemikiran sendiri.
Seperti salah satu keluarga kepala rumah ibadat itu: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"

Saudaraku,
hidup rohani kita harus sampai pada tingkatan ini: saat saya tidak bisa, Tuhan Yesus bisa.
Lalu permenungannya: apakah hidup kita fokus kepada Tuhan Yesus?
Ada baiknya jangan masuk kedalam "perdebatan dunia", tetaplah fokus hidup sebagai anak-anak Allah.
Dengan selalu berusaha mengelakkan hati kita dari keduniawian, jangan tergoda untuk berdebat, pasti akan kalah.
Tegas menolak segala bentuk cinta diri, fokus mengasihi Tuhan Yesus.
Ya atau ya kemanusiaan kita lebih suka melakukan kehendak sendiri.
Namun apabila kita selalu sadar dan tegas, pertimbangan-pertimbangan yang muncul adalah pertimbangan sebagai anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 31 Januari 2023

Tuhan Yesus
Telinga kami mendengar kuasa-Mu
Dan mata kami melihat mujizat-Mu
Kami mohon ampunilah kami jika Kau dapati kami kurang percaya
Dan kami mohon teguhkanlah hati kami supaya selalu berserah diri hanya kepada rencana dan kuasa-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)