Cetak halaman ini

Injil Markus 5:21-43;

Saya kutip sebagian:

Mrk 5:25
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
Mrk 5:26
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Mrk 5:27
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
Mrk 5:28
Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Mrk 5:29
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
--------
Mrk 5:35
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Mrk 5:36
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
--------
Mrk 5:40
Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
Mrk 5:41
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Mrk 5:42
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
Mrk 5:43
Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
--------

Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan

Saudaraku,
ada 2 mujizat yang dahsyat dalam Injil hari ini:
Perempuan yang menderita pendarahan sembuh hanya dengan menjamah jubah Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus membangkitkan seorang anak dari kematian.

Saudaraku,
Sebagai murid-murid Kristus, anak-anak Allah, hidup kita adalah melanjutkan misi Tuhan Yesus, membawa keselamatan tubuh dan jiwa.
Hidup kita harus mampu membawa kesembuhan dan membawa kehidupan.
Kasih itu menyembuhkan, kasih itu tidak memikirkan dirinya sendiri, kasih itu selalu diikuti perngorbanan.
Dalam keluarga, jika orangtua mengasihi anaknya, ia pasti mau berkorban, bukan selalu memaksakan kehendaknya.
Dalam komunitas, saling mendukung agar tidak ada seorangpun yang merasa disingkirkan.
Dalam hidup di dunia, kita ada untuk membawa hidup.

Saudaraku,
Seorang kristiani tidak boleh tutup mata jika melihat orang lain hidup dalam kondisi "tidak manusiawi".
Lihatlah di keluarga kita sendiri, mungkin saja ada yang memperlakukan anak, istri atau suami secara tidak manusiawi.
Lalu pandanglah di sekitar kita dan buka mata kita, masih banyak orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar yaitu makanan.
Tidak usah berpikir untuk menyumbang jutaan rupiah, Rp 5.000 atau satu bungkus nasi rames bisa menyelamatkan orang dari kematian.

Saudaraku,
janganlah pernah "berpikir buruk" tentang orang lain sebab hal tu akan menjadi "penghalang terbesar" untuk berbuat kasih.
Dan janganlah "menghakimi" orang lain, sebab "penglihatan" sering dikaburkan oleh kepentingan dirinya sendiri.
Mari berusaha menjadi murid Kristus yang sejati, yaitu memyembuhkan dan membawa kehidupan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 4 Februari 2020

Kami melihat mata yang memancarkan kemenangan dan kebahagiaan
Mereka yang hidupnya melayani sesamanya
Ya Bapa hidup kami ini milik-Mu
Pakailah hidup kami untuk melakukan kehendak-Mu
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon jauhkanlah kami dari kecemasan
Kuatkan lah hati kami untuk menyerahkan hidup kami sepenuhnya kepada-Mu

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)