"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Markus 9:14-29;

Saya kutip sebagian:

Mrk 9:17
Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
Mrk 9:18
Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."
Mrk 9:19
Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Mrk 9:20
Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
Mrk 9:21
Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
Mrk 9:22
Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
Mrk 9:23
Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Mrk 9:24
Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
--------
Mrk 9:28
Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?"
Mrk 9:29
Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa."
--------

Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!

Saudaraku,
janganlah berhenti percaya.
Memang tantangannya sangat berat, sebab dunia ini "tidak bisa lepas dari kekecewaan".
Adakah yang keinginannya dan harapannya semua terpenuhi?
Saya sering mendengar ada orang yang hidup baik bahkan tidak pernah menyakiti siapapun namun tetap saja mengalami ketidaknyamanan.
Ada pula oramg yang menghubungkan kejadian-kejadian buruk yang dialami seseorang karena hukuman Allah.

Saudaraku,
saya percaya bahwa keadaan hidup saya saat ini "adalah kehendak-Nya" dan saya percaya Allah berkehendak baik dalam hidup saya.
Maka dalam segala keadaan saya selalu mengucap syukur dan tidak mencari-cari kesalahan orang lain saat mengalami ketidaknyamanan.
Saya berusaha melihat diri sendiri apakah cara hidup saya tidak seirama dengan kehendak Allah.
Karena percaya Allah tidak pernah mencobai atau menghukum, masing-masing orang dicobai oleh keinginannya sendiri.(Bdk Yak 1:14)

Saudaraku,
saat kita dilahirkan didunia ini, Allah telah melengkapi kita dengan "senjata dan perkakas" supaya kita hidup tidak berkekurangan.
Maka marilah melihat ke dalam diri kita masing-masing dengan lebih seksama apakah kita selama ini "mengandalkan Allah" atau mengikuti kehendak diri.
Terutama bagi para orangtua, apakah Saudara memaksakan kehendak Saudara kepada anak-anakmu?
Bukalah mata anak-anak Saudara untuk melihat Allah, dengan teladan hidup.
Dan percayalah Allah akan menuntunnya dan Allah akan memakai hidupnya untuk membawa kebaikan bagi banyak orang.
Mari tetap percaya kepada Allah, percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, walaupun terkadang harus menanggung malu dan ketidaknyamanan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 24 Februari 2020

Allah Bapa kami
Terkadang kami tidak menyadari bahwa Engkau sedang melatih kami
Dan kami mudah terbawa oleh keinginan-keinginan duniawi
Lalu kami bersungut-sungut dan berkeluh kesah
Ampunilah kami ya Bapa ampunilah kami

Kami mohon teguhkanlah hati kami
Agar kuat melalui jalan-Mu
Supaya kami menjadi anak-anak-Mu seperti yang Engkau kehendaki

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(0 pemilihan)