Injil Lukas 13:10-17;
Saya kutip ayat 10-15
Luk 13:10
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Luk 13:11
Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
Luk 13:12
Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
Luk 13:13
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
Luk 13:14
Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."
Luk 13:15
Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
------------
Hai orang-orang munafik
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengatakan bahwa kepala rumah ibadat itu orang munafik, ini adalah teguran yang sangat keras.
Sebab tentunya kepala rumah ibadat itu terpandang sebagai orang yang taat, dihormati dan suci.
Tetapi nampaknya jabatan sebagai kepala rumah ibadat itu tidak mampu membawa hidupnya kepada Allah.
Sehingga matanya tidak melihat pekerjaan Allah.
Teguran "hai orang munafik" masih relevan sampai di zaman ini.
Masih banyak orang melatih diri dengan sangat keras dan dengan sangat taat menjaga hidupnya dalam aturan agama, namun ucapan dan perbuatannya jauh dari tanda Allah.
Ada juga yang nampaknya hanya untuk mengejar kedudukan dan kehormatan, sebab ketika kehormatan itu "disentuh" sedikit saja nampak respon yang membela diri bahwa ia yang paling pantas.
Saudaraku,
Injil mampu membawa kita kepada kerendahan hati, kemurnian hati dan mewujudkan perbuatan tangan Allah, bukan kepura-puraan atau munafik dan bukan hanya sebagai agama.
Maka janganlah bersandar atas diri sendiri, melainkan taruhlah semua harapan kita kepada Allah dan bacalah Injil setiap hari, bukan untuk menjadi "kepala rumah ibadat".
Namun agar kita mampu menjadi KEPALA atas hidup kita sendiri, mampu mengendalikan semua keinginan-keinginan sehingga hidup kita tetap dalam kehendak Allah.
Mampu membawa kita kepada kerendahan hati, tidak menempatkan diri diatas orang lain, meskipun diatas satu orang lain saja.
Dan mampu membawa kita terbang mengatasi segala keinginan duniawi.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 26 Oktober 2020
Tuhan Yesus sembuhkanlah kami
Murnikanlah hati kami
Supaya kami tidak mencari penghiburan, kekuasan dan kehormatan dunia
Dan mata kami hanya tertujua kepada perbuatan-perbuatan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.