Injil Lukas 6:39-45;
Mrk 10:17
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Mrk 10:18
Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
Mrk 10:19
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
Mrk 10:20
Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
Mrk 10:21
Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Mrk 10:22
Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Mrk 10:23
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Mrk 10:24
Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Mrk 10:25
Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Mrk 10:26
Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Mrk 10:27
Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
---------
Juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga
Saudaraku,
memang benar perintah Tuhan Yesus ini: jika ingin memperoleh harta sorgawi harus melepaskan harta duniawi.
Di zaman ini, orang-orang dunia melakukan "perbuatan baik" dijadikan konten untuk cari uang dan cari ketenaran.
Bagi kita perintah Tuhan Yesus sudah sangat jelas:
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.(Mat 6:3-4)
Tujuannya sangat jelas: supaya kita tidak mengambil keuntungan apapun dari setiap perbuatan baik.
Karena bagi anak-anak Allah berbuat baik itu biasa, menjadi nafas hidupnya.
Tidak bernafas mati, tidak berbuat baik, mati.
Saudaraku,
arahkanlah mata kita kepada "orang-orang kudus" bukan kepada crazy rich, bukan kepada orang-orang yang memperoleh penghargaan bergengsi di dunia ini.
Jadikanlah Santo dan Santa pahlawan-pahlawan kita.
Memang terjadi peperangan terus menerus di dalam diri pengikut Kristus: kesombongan, hawa nafsu dan semua kenikmatan daging setiap detik menyerang "Roh".
Ingatlah manusia sangat rawan diperintah oleh: keinginan perut, keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup.
Berbahagialah kita karena Allah memberikan kepada kita Roh Kudus yang memampukan kita untuk melakukan hal-hal luar biasa.
Terutama oleh karena Roh Kudus, mata kita melihat perbuatan-perbuatan Allah.
Sehingga kita sangat yakin bahwa langkah kaki kita menuju ke sorga.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 28 Februari 2022
Tuhan Yesus
Manusia sibuk mencari dirinya sendiri dan mengukur dirinya sendiri
Sungguh kami mengucap syukur karena Roh-Mu setia menuntun langkah kami
Untuk senantiasa mengusahakan hidup menuju kemuliaan bersama Engkau dalam kerajaan-Mu
Hidup kami hanya untuk melayani-Mu dan tidak lagi tertarik dengan hiruk pikuk duniawi
Setiap hari kami memerlukan rahmat kekuatan-Mu ya Tuhan
Dan setiap hari kami memohon perlindungan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
