"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 5:17-26;

ayat 18-24:

Luk 5:18
Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
Luk 5:19
Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
Luk 5:20
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."
Luk 5:21
Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
Luk 5:22
Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
Luk 5:23
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?
Luk 5:24
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" ?berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
--------

Hai saudara, dosamu sudah diampuni

Saudaraku,
apakah Saudara pernah melakukan kesalahan terhadap seseorang lalu orang tersebut memaafkan atau mengampuni Saudara?
Bagaimana rasanya?
Tentunya lalu hati merasa tenang dan damai.

Saudaraku,
dalam pekan adven II, kita diajak untuk merenungkan tentang "kedamaian".
Kita telah menerima damai dari Allah, maka hidup kitapun harus membawa damai.
Kedamaian itu memnyembuhkan.
Injil hari ini Tuhan Yesus menyembuhkan orang lumpuh dengan berkata: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."
Tetapi perhatikan, orang-orang Farisi malah menuduh Tuhan Yesus menhujat Allah.

Saudaraku,
mari kita perhatikan saat kita hendak memaafkan atau mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Siapa yang paling pertama menolak?
Diri kita sendiri, kesombongan kita yang selalu menghalangi kita.
Padahal kitapun sangat sadar apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain, hati tidak pernah damai.
Orang yang bisa mengampuni adalah orang yang hati nuraninya bersih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 5 Desember 2022

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah mengampuni kesalahan dan dosa kami
Supaya kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami
Kami mohon ajarilah kami untuk selalu meperhatikan diri sendiri lebih dari soal-soal lainnya
Sehingga kami tidak mudah menuduh ataupun menghakimi orang lain
Dan kami mohon jadikanlah hidup kami pembawa damai

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)