Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 11:1-4;
Luk 11:1
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."
Luk 11:2
Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
Luk 11:3
Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
Luk 11:4
dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."
--------
Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami
Saudaraku,
berbicaralah kepada Tuhan dengan sangat sederhana, menyebut Tuhan Bapa merupakan ungkapan keintiman keluarga dan kedekatan emosional, ada pengertian ketika seorang ayah memahami permintaan anaknya sendiri.
Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tampak serupa tetapi merupakan sumber kejahatan.
Nelayan pada masa itu menggunakan ikan kecil sebagai umpan kail mereka, tetapi terkadang yang tertangkap justru ular air atau ular, bukan ikan yang lebih besar.
"Sejahat-jahatnya dirimu" bukanlah sebuah tuduhan, melainkan generalisasi berdasarkan pengalaman manusia, hal itu menekankan kerentanan manusia.
Tuhan menanti kita di malam hari.
Di saat-saat gelap itulah kita seringkali merasa paling sulit mencari Tuhan.
Dia menanti kita, mengkhawatirkan kita dan ingin sekali menanggapi dengan belas kasihan.
Seperti orangtua, Tuhan tetap di pintu sepanjang malam, menantikan kepulangan dan pelukan kita.
Belas kasihan adalah makanan kita sehari-hari.
Tuhan menawarkan belas kasihan kepada kita setiap hari, setiap saat, saat ini juga dan kita membutuhkannya.
Dia tahu bahwa setiap hari kita bergumul dengan rasa takut, cemas, membenci diri sendiri, dosa dan rasa malu.
Setiap saat Tuhan ingin menawarkan belas kasihan dan pertolongan-Nya kepada kita.
Tuhan tidak lelah mengampuni kita;, hanya kita yang lelah memohon pengampunan.
Saudaraku,
'kekudusan' adalah: “Praktik Kehadiran Tuhan.”
Ada seorang bijak pernah ditanya, "Apa yang membuat seseorang suci?"
Orang bijak itu menjawab, "Setiap jam terbagi menjadi sejumlah detik dan setiap detik terbagi menjadi sejumlah pecahan. Siapa pun yang mampu hadir sepenuhnya dalam setiap pecahan detik itu adalah orang suci."
Hari esok tidaklah nyata, satu-satunya kenyataan adalah saat ini.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 8 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kesadaran
Supaya setiap detik yang kami lalui, kami selalu hidup dalam kehadiranMu
Dan terhindar dari segala bentuk kecemasan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 10:38-42;
Luk 10:38
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
Luk 10:39
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
Luk 10:40
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Luk 10:41
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
Luk 10:42
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
--------
Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya
Saudaraku,
Maria mendengarkan di kaki Yesus.
Marta sibuk melakukan banyak pekerjaan, mungkin sambil mengobrol, mengeluh tentang adiknya dan menyuruh-nyuruh para pelayan dapur.
Tuhan Yesus mengetahui bahwa pelayanan-Nya terbatas dan tentunya ingin setiap orang disekitarNya dapat melanjutkan misi-Nya setelah Ia pergi.
Jadi Tuhan Yesus nengatakan: "Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil darinya."
Saudaraku,
selalu ada banyak hal yang harus dilakukan dan kesadaran ini sungguh membebaskan.
Akan selalu ada "tuntutan waktu" untuk semua hal yang ingin kita lakukan.
Satu-satunya solusi yang tepat adalah melakukan perubahan: dari hidup yang dihabiskan untuk mencoba tidak mengabaikan apa pun, menjadi hidup yang dihabiskan secara proaktif dan sadar untuk "memilih apa yang akan diabaikan", demi apa yang paling penting.
Maria mengerti hal itu, jadi dia mengabaikan tugasnya sebagai tuan rumah untuk duduk di kaki Tuhan Yesus.
Saudaraku,
stres bisa datang dari perasaan bahwa ada sesuatu untuk segera diselesaikan.
Kedamaian datang dari kesadaran bahwa kita membutuhkan sesuatu dari Tuhan.
Oleh karena itu kita tidak hanya sekedar bijak dalam mengelola waktu.
Tetapi harus selalu terbangun kesadaran bahwa "Tuhan terlibat" dalam kehidupan kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 7 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon bimbinglah kami untuk selalu hidup dalam kehadiranMu
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh kesibukkan duniawi
Dan dalam segala keadaaan Kau dapati kami hidup setia dalam kehendakMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 10:25-37;
Luk 10:25
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Luk 10:26
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
Luk 10:27
Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Luk 10:28
Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Luk 10:29
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
Luk 10:30
Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Luk 10:31
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:32
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:33
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Luk 10:34
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Luk 10:35
Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Luk 10:36
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
Luk 10:37
Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
---------
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan
Saudaraku,
penderitaan dapat memanggil kita keluar dari kedangkalan menuju kehidupan yang penuh belas kasih.
Menurut Santo Thomas Aquinas, penderitaan berarti merasakan kepedihan hati atas penderitaan orang lain dan bersusah payah meringankan penderitaan mereka.
Inilah yang Allah lakukan bagi kita dengan menjadi manusia dan menderita sengsara serta wafat-Nya di kayu Salib untuk membebaskan kita dari dosa dan maut, sebagaimana digambarkan oleh Orang Samaria yang Baik Hati.
Saudaraku,
Orang Samaria itu mengeluarkan dua dinar dari sakunya sendiri atau sekitar dua hari gaji, yang cukup untuk membayar penginapan selama sekitar dua minggu.
Memiliki hati seperti Tuhan Yesus, untuk memberi kita identitas sebagai umat perjanjian Allah.
Pesan utama dari perumpamaan ini bukanlah siapa umat Allah, melainkan "bagaimana menjadi umat Allah".
Kemauan untuk melampaui batasan sosial, seperti yang diilustrasikan Tuhan Yesus dengan menggunakan orang Samaria dalam perumpamaan ini dan tidak memiliki batasan agama, ras, atau suku yang menghalangi kita untuk menunjukkan belas kasih.
Saudaraku,
hari-hari di kehidupan kita akan menjadi indah ketika kita memiliki hati untuk Tuhan dan hati untuk sesama.
Kita tidak harus menjadi orang suci, kita tidak harus seperti Bunda Teresa.
Kita hanya perlu membuka mata, telinga dan hati kita terhadap panggilan Tuhan, yaitu hidup yang penuh belas kasih.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 6 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon ubahlah hati kami menjadi seperti hatiMu
Penuh belas kasih dan pengampunan
Dan kami mohon lepaskanlah kami dari ikatan segala bentuk cinta diri
Sehingga melalui hidup kami belas kasih dan kuasaMu, Engkau nyatakan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 17:5-10;
Luk 17:5
Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"
Luk 17:6
Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Luk 17:7
"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
Luk 17:8
Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Luk 17:9
Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
Luk 17:10
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.
---------
Tambahkanlah iman kami
Saidaraku,
iman berasal dari "kebajikan adikodrati" yang dikaruniakan secara ilahi.
Tetapi kekuatan untuk menyelesaikan hal-hal yang sulit berasal dari objek material iman, yakni apa yang diajarkan Gereja.
Ajaran Gereja menjelaskan struktur hakiki dari setiap tindakan percaya.
Jika kita sedikit saja yakin akan apa yang telah diwahyukan Tuhan, dengan sebutir benih iman, kita dapat melakukan hal-hal sulit yang tampaknya hampir mustahil.
Saudaraku,
ketika kita menyatakan dan mengakui kebenaran yang telah diwahyukan Allah, kita dapat mengakses "belas kasih dan kuasa Allah" dengan iman itu.
Semakin sulit atau berat yang kita hadapi, semakin kita mungkin merasa tidak mampu, semakin besar pula karya Tuhan dalam hidup kita.
Iman bukanlah tentang kemampuan kita untuk melakukan sesuatu, melainkan tentang kemampuan Tuhan untuk melakukan itu melalui kita.
Satu-satunya syarat dari kita hanyalah "menyediakan diri kita".
Karena iman lebih berkaitan dengan kuasa Tuhan daripada kemampuan kita.
Sekecil apa pun iman kita, itu sudah cukup.
Serahkan kepada Tuhan dan biarkan Dia bekerja.
Bahkan dengan sedikit iman, hal yang mustahil menjadi mungkin.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 5 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Seringkali kami merasa iman kami lemah
Semuanya itu karena kami kurang percaya
Lebih sering, kami mengandalkan kekuatan kami sendiri
Kami mohon ajarilah kami untuk percaya dan berserah diri kepada pemeliharaanMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 10:17-24;
Luk 10:17
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
Luk 10:18
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
Luk 10:19
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
Luk 10:20
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
Luk 10:21
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
Luk 10:22
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
Luk 10:23
Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
Luk 10:24
Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
---------
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh
Saudaraku,
kita semua adalah misionaris.
Roh Kudus memampukan kita untuk menunjukkan kepada orang lain wajah Bapa, Allah yang Maha Pengasih, dengan menunjukkan kepada mereka wajah Tuhan Yesus Kristus.
Itu berarti, tentu saja, wajah Tuhan Yesus di kayu salib.
Seperti yang diajarkan Rasul Petrus kepada kita, tidak ada nama yang dengannya pria dan wanita akan diselamatkan, selain nama Yesus.
Maka marilah kita berdoa bagi orang-orang yang beriman didalam Kristus, yang belum dapat bersukacita dalam Roh Kudus dan setiap orang yang belum mengenal Kristus.
Dan marilah kita memanfaatkan setiap kesempatan untuk bersaksi dalam kasih kepada orang lain tentang kasih Allah yang menyelamatkan.
Itulah artinya menjadi murid Tuhan Yesus Kristus.
Saudaraku,
imanmu tidak "berkobar'?
Apakah engkau tidak yakin apa yang akan engkau peroleh dengan menyerahkan hidupmu kepada Kristus?
Jika kita sungguh-sungguh hidup dalam kasih Kristus, kita selalu menaburkan benih-benih kasih dan percayalah tiupan angin rahmat Allah akan menerbangkan benih itu, yakinlah bahwa benih itu akan berakar dan menghasilkan buah.
Dan bertekunlah dalam doa, bertekunlah, walaupun setiap usaha kerasulanmu nampak sia-sia.
Kata-kata yang menyentuh batinmu saat berdoa adalah "penjaga iman" dan menjadi sumber kekuatan untuk setia hidup dalam kerasulan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 4 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Engkau telah memilih kami untuk menghadirkan kuasa dan belas kasihMu
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan agar setia bertekun dalam doa walaupun setiap usaha nampak sia-sia
Kami percaya, Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
