"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 7:1-5;

Mat 7:1
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Mat 7:2
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mat 7:3
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Mat 7:4
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Mat 7:5
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
----------

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi

Saudaraku,
tentunya kita tidak asing lagi dengan peribahasa ini: gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.
Betapa mudahnya orang melihat kesalahan atau kekurangan orang lain namun sangat sulit melihat kesalahan atau kekurangan sendiri.
Bahkan ada yang sangat kritis dan suka sekali berkomentar bahkan mengkritik orang lain.

Saudarku,
saya yakin kita sangat hafal dengan pengajaran Tuhan Yesus dalam Injil Matius pagi ini:
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Pula Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Roma:
Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu?(Bdk Rm 14:10)
Dan seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus: Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Rasul Paulus pun menegaskan kembali: Sebab setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.(Bdk Rm 14:12)

Saudaraku,
mari arahkanlah terlebih dulu pandangan kita kepada diri sendiri sebelum menjatuhkan penilaian atas perbuatan-perbuatan orang lain.
Sebab seringkali kita menilai suatu perkara sesuai dengan kepentingan diri kita sendiri.
Lagipula apakah manusia memiliki ukuran-ukuran yang adil?
Dan mari jangan pula kita mudah tersinggung oleh perkataan-perkataan atau penilaian orang lain.
Jika penilain itu benar kita gunakan untuk memperbaiki diri dan apabila penilaian itu salah, kita pasti memaafkannya dan tetap berusaha untuk  hidup baik dan semakin baik, maka Allah sendiri yang akan menyatakannya.
Allah telah menyediakan kasih-Nya yang berlimpah untuk kita, supaya oleh karena kasih-Nya itu kita mampu mengatasi akal-budi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 22 Juni 2020

Allah Bapa kami
Begitu besar cinta kasih dan kerahiman-Mu kepada orang-orang yang Engkau pilih
Maka pantaslah kami mengucap syukur setiap hari
Sebab oleh karena cinta kasih-Mu itu kami mampu mengatasi akal budi
Sehingga kami tidak mudah menghakimi dan bahkan tidak pernah sempat membenci

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 10:26-33;

Saya kutip sebagian:

Mat 10:28
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Mat 10:29
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
Mat 10:30
Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
Mat 10:31
Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
------------

Sebab itu janganlah kamu takut

Saudaraku,
saya pernah dengar ungkapan: Rasa takut itu pembunuh mimpi dan ketakutan itu memperbesar prosentase kegagalan.
Apalagi jika ketakutan itu tidak diakuinya dan tidak mencoba untuk mengalahkannya, maka akan menjadi pendamping selama hidup.
Dan itu akan menjadi penghambat yang besar dalam perjalanan hidup kita.
Sebagai manusia takut itu wajar, cemas itu wajar, yang perlu kita lakukan adalah menyadari ketakutan itu dan jangan biarkan ketakutan itu berkuasa.
Dan janganlah mudah percaya dengan "perasaan-perasaan saat ini", sebab pasti akan segera berubah dan berubah lagi.
Oleh karena itu kita harus mahir dalam kehidupan rohani, supaya semakin bijkasana dalam menghadapi segala situasi hidup.
Orang yang hidup rohaninya matang, pandangannya selalu mengarah kepada kuasa Allah.

Saudaraku,
ketakutan akan kegagalan, sudah biasa.
Ketakutan akan keuangan, sudah biasa.
Ketakutan ditolak orang lain, sudah biasa.
Karena hampir semua orang mengalami dan akan selalu mungkin kita alami selama kita masih hidup.
Tetapi kita memiiki Tuhan Yesus Kristus yang selalu menerangi hati dan pikiran kita.
Supaya tetap teguh kepada Allah.
Sehingga tidak mudah tertipu oleh pertimbangan-pertimbangan duniawi.
Mari hindari keluh kesah sebab tidak akan pernah bisa menyelesaikan persoalan, tetaplah menengadah ke surga.
Hati dan pikiran kita menjadi bersih, lalu mampu melihat jalan yang telah disediakan oleh Allah.
Sebab hanya Allah yang berkuasa membebaskan kita dari segala kekuatiran.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 21 Juni 2020

Tuhan Yesus Kristus
Engkau memberikan Roh Kudus kepada kami
Cahayanya menembus hati kami
Memurnikan dan memberikan semangat kepada kami
Supaya kami menang dalam setiap pergumulan batin
Sehingga hidup kami tidak lagi dikuasai oleh ketakutan dan kecemasan
Puji syukur kami haturkan kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengatara kami kini dan sepanjang masa
Amin

 

Injil Lukas 2:41-51;

Saya kutip sebagian:

Luk 2:41
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
Luk 2:42
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Luk 2:43
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Luk 2:44
Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
-----------
Luk 2:48
Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Luk 2:49
Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
Luk 2:50
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
----------

Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau

Saudaraku,
jadilah milik Bunda Maria maka kita akan menjadi bagian dari miliknya, bagian dari keluarga kudus.
Ia adalah Bunda Cinta yang murni, senantiasa akan menuntun dan menjaga kita agar tetap setia dalam kasih Kristus.
Ia Bunda Hati yang Suci dan selalu memuliakan Allah, "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku".(Bdk Luk 1:46-47)

Saudaraku,
Maria mengetahui bahwa Tuhan Yesus anaknya adalah Allah, namun sebagai seorang ibu ia tetap cemas ketika Anaknya tidak ikut kembali ke rumah.
Demikian pula hati Bunda Maria juga sangat sedih, apabila anak-anak Allah hidupnya menyimpang.
Ia selalu memanggil kita anak-anaknya untuk kembali ke pelukannya.
Kita adalah bagian dari keluarga kudus Nasaret, hidup dalam rahmat perlindungan Tuhan Yesus Kristus Putranya.
Kita akan aman dalam pelukan Bunda Maria dan belaiannya penuh kasih sayang.
Dan ia akan mengajarkan kepada kita untuk tetap rendah hati, aku ini hamba Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 20 Juni 2020

Allah Bapa kami
Hatiku bergembira karena bukan hanya Tuhan Yesus Putera-Mu yang Engkau sediakan untuk kami
Namun Engkau berikan pula Bunda Maria yang telah Engkau kuduskan menjadi Bunda kami
Yang setiap hari dengan sabar mengasihi kami dan mendoakan kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 11:25-30;

Mat 11:25
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Mat 11:26
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
Mat 11:27
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mat 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Mat 11:30
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
------------

Karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil

Saudaraku,
Roh Kudus menyala dalam hidup kita, selalu menerangi hati dan pikiran kita.
Kuasa Allah bukan hanya cerita-cerita namun nyata hadir dan menyatakan kebenaran.
Disisi lain kitapun tidak bisa terlepas dari godaan keinginan hal-hal duniawi.
Oleh karena itu kita harus secara aktif menjaga agar terang Roh Kudus tetap menyala sehingga tidak ada sudut dihati kita yang gelap.
Yaitu dengan doa-doa, mendengarkan firman-Nya dan menolak dengan tegas semua keinginan cinta diiri.
Memperbaiki diri setiap hari harus menjadi bagian dari usaha kita.

Saudaraku,
kita hidup benar dan berbuat baik karena kita melihat Allah.
Dan oleh penglihatan-penglihatan itu hidup kita penuh dengan pengharapan-penghartapan yang membawa kita kepada kasih-Nya.
Maka mari kita bawa kasih Allah dalam hidup kita sekarang! Tanpa mengingat hari kemarin dan tanpa khawatir akan hari esok.
Kita adalah "orang-orang terhormat" maka jangan hinakan diri kita dengan perbuatan-perbuatan seperti orang yang tidak mengenal Allah.
Yaitu dengan menjaga diri agar tidak mudah dikelabui oleh kehormatan, pujian dan hawa nafsu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 19 Juni 2020

Allah Bapa kami
Engkaulah yang mengajar kami
Engkaulah yang menerangi hidup kami
Guru kebenaran
Sumber penghiburan
Membimbing kami kepada takwa
Kami mohon semoga rahmat-Mu menuntun dan menyertai kami senantiasa
Dan mengingatkan kami untuk selalu dan tetap berbuat baik

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 6:7-15;

Mat 6:7
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Mat 6:8
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Mat 6:9
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
Mat 6:10
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Mat 6:11
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Mat 6:12
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
Mat 6:13
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Mat 6:14
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Mat 6:15
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
-----------

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah

Saudaraku,
tentunya kita tidak asing lagi dengan istilah "curhat" curahan hati, menceritakan "suasana hatinya" kepada orang lain.
Lalu katanya merasa bisa meringankan beban atas persoalan yang dihadapinya.
Adakah seorang kristiani yang suka curhat dengan teman atau sahabatnya?
Permenungannya: mengapa tidak memilih curhat dengan Allah Bapa kita di sorga?

Saudaraku,
adakah yang tidak tahu bagaimana caranya cuhat dengan Tuhan?
Tuhan Yesus dengan sangat jelas dan tegas mengatakan bahwa:
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Mari tempatkanlah diri kita di hadirat Tuhan, lalu segeralah curhat dan jika perlu sesering mungkin kita bisa.
Dan persekutuan dengan Allah itu tidak akan pernah mengecewakan.
Bunda Maria saya anggap sebagai guru berdoa dengan sederhana ia curhat kepada Tuhan Yesus: "Anakku mereka kehabisan anggur", lalu mujizat terjadi.
Maka marilah tetap bertekun dalam doa, walaupun nampaknya setiap usaha yang kita lakukan sia-sia.
Doa selalu membawa hasil

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 18 Juni 2020

Allah Bapa Pencipta dan yang memberi hidup
Engkau sudi mendengarkan curahan hati anak-anak-Mu
Engkau selalu mengundang kami untuk bersekutu dengan-Mu
Dan Engkau akan memberi kelegaan bagi yang letih lesu dan berbeban berat
Allah Bapa kami
Dengan penuh pengharapan atas cinta kasih-Mu yang besar itu
Ajarilah kami untuk tetap setia dan taat hanya kepada-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin