"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 15:9-17;

Yoh 15:9
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
Yoh 15:10
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Yoh 15:11
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
Yoh 15:12
Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Yoh 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Yoh 15:14
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
Yoh 15:15
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Yoh 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Yoh 15:17
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
---------

Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap

Saudaraku,
sangat jelas bahwa kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, ditantang untuk pergi dan menjadi pemberi, bukan penerima.
Ada yang bingung? Karena merasa yang dipunyainya sekarang hanya cukup untuk dirinya sendiri.
Utamanya adalah kita harus menjahui sikap mementingkan diri sendiri.
Mengutamakan kepentingan orang lain, adalah pemberian yang sangat besar.
Mengutamakan kepentingan orang lain, jauh dari mengharapkan pujian atau balas jasa atau mengharapkan keuntungan.
Kita bisa melatih diri dari keseharian dijalan misalnya.
Mengurangi kecepatan kendaraan saat melihat orang atau kendaraan lain hendak menyeberang, bukankah tidak ada orang yang memuji Saudara? Mungkin hanya istri/suami atau anak Saudara.

Saudaraku,
jika sesorang memiliki cinta kasih yang besar, dalam segala hal ia tidak akan mencari dirinya sendiri.
Dalam segala hal ia tidak mencari kepuasan diri.
Dan ia akan sabar terhadap kekurangan orang lain.
Lalu permenungannya: apakah ada diantara kita yang merasa bisa segalanya dan tidak membutuhkan orang lain?
Tidak ada seorang pun tanpa kekurangan.
Tidak seorang pun mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.
Tidak seorang pun mampu menyelesaikan kesulitan-kesulitannya sendiri.
Oleh karena itu seperti perintah Tuhan kita Yesus Kristus, seharusnya:
Kita saling membantu.
Kita saling menolong.
Kita saling memberi.
Kita saling menghibur.
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.(Gal 6:2)

Saudara berharap memetik buah dari cinta kasih?
Jika demikian tanyalah kepada diri sendiri, kapan Saudara menanamnya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 14 Mei 2019

Allah Bapa kami
Kami mengucap syukur kepada-Mu
Sebab Engkau telah mengangkat kami dari keduniawian kepada kasih
Bahkan setiap hari kami menerima anugerah yang baru
Kami tidak lagi mencari diri sendiri
Kami tidak lagi berbahagia karena pujian dan hormat
Tetapi kami bahagia saat kami mengutamakan kepentingan orang lain

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 10:1-10;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 10:1
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
Yoh 10:2
tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
Yoh 10:3
Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
--------
Yoh 10:9
Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
Yoh 10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
---------

domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya

Saudaraku,
pagi ini saya awali dengan permenungan: apakah kita mengenal suara Gembala kita, Tuhan Yesus Kristus?
Iman Kristen itu unik dan dahsyat, Roh Allah tinggal di dalam diri setiap orang percaya, sehingga masing-masing memiliki hubungan pribadi dengan Allah.
Setiap orang yang telah dibaptis pasti mengenal suara Tuhan Yesus, karena Roh Tuhan bekerja menyembuhkan yang buta bisa melihat dan yang tuli bisa mendengar.
Maka apabila ada yang tersesat, bukan karena terganggu pendengaran dan penglihatannya tetapi oleh karena ketidaktaatan.

Saudaraku,
Tuhan berbicara dengan berbagai cara, bisa melalui orangtua, teman, sahabat, orang-orang di sekitar kita, kejadian-kejadian yang kita alami atau melalui misa kudus dan kegiatan rohani lainnya.
Dan saya yakin tidak ada yang kesulitan mendengar suara Allah, namun godaan keinginan diri lah yang membelokkan langkah kita keluar dari kandang domba.
Tuhan selalu berusaha menarik perhatian kita, disaat kita berada dalam kekacauan berbagai keinginan.
Sekali lagi yang diperlukan adalah ketaatan.
Ada yang punya resep doa, punya benda-benda rohani atau tulisan-tulisan rohani, itu semua bukan jimat, namun semua itu jika disertai dengan ketaatan, akan memampukan kita tetap berada di kandang domba Allah dan tidak terpisah dari Allah.

Saudaraku,
doa adalah salah satu cara kita menyapa Allah dan tetap berhubungan dengan Allah, jika kita mau, kapanpun dan dimanapun kita bisa melakukannya.
Ambilah kesempatan itu maka Allah akan membuat kita menemukan pengertian baru dan memberi kekuatan baru agar kita taat dan setia kita melakukan kehendak-Nya.
Dengan berdoa, Terang Kristus akan menerangi sudut-sudut hati kita sehingga kita bisa melihat apabila ada debu.
Dan dengan berdoa bisa melepaskan kita dari kebiasaan-kebiasaan buruk.
Mari dengan berbagai cara dan usaha untuk selalu mendengarkan suara Tuhan Yesus Sang Gembala kita.
Dan kuatkanlah iman, penuhi hidup dengan pengharapan dan pakailah kasih Allah yang besar itu sebagai sumber kekuatan untuk melakukan kehendak-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 13 Mei 2019

Ya Tuhan Yesus kepada-Mu kusandarkan pengharapan dan hidup kami
Dengan segala upaya kami menjaga agar pandangan kami tidak berpaling dari-Mu
Dan kami akan setia mengikuti jalan-Mu

Setiap hari ya Tuhan Yesus
Kami rindu Engkau memanggil namaku
Kami rindu mendengar suara-Mu
Kami rindu belaian-Mu
Kami mohon puaskanlah kami dengan kasih-Mu

Hari Minggu Panggilan

Injil Yohanes 10:27-30;

Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
Yoh 10:28
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Yoh 10:29
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
Yoh 10:30
Aku dan Bapa adalah satu."
---------

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku

Saudaraku,
sebagai orang yang beriman kita harus selalu berdoa sebab hidup kita tergantung kepada Tuhan Yesus.
Seperti domba yang mengikuti kemana arah Sang Gembala.
Doa bisa menjadi sarana untuk membangun kesetiaan dan memperkuat relasi kita dengan-Nya.
Apakah kita bisa nelihat jalan hidup kita dengan jelas? Tidak ada yang bisa.
Semua bisa melihat hanya sampai sebatas rencana.

Saudaraku,
marilah kita mengucap syukur sebab kita termasuk orang-orang yang terpilih.
Kita mendengar suara Sang Gembala Tuhan kita Yesus Kristus.
Kita dipanggil, kita dipilih, ini adalah rahmat yang sangat besar.
Kita cukup menjaga ketaatan dan kesetiaan maka kita akan dibawa oleh Allah Gembala kita, ke padang yang berumput hijau.
Dan lebih dari itu kita akan dibawa sampai kehidupan kekal.

Maka marilah kita setia dalam doa, sehingga kita tidak kehilangan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 12 Mei 2019

Allah Bapa kami
Kami merasa sangat berbahagia saat kami berdoa
Kami rasakan kehadiranMu
Engkau lingkupi kami dengan kuasaMu
Hanya kepadaMu ya Bapa
Kupercayakan seluruh rencana hidup kami
Karena hanya Engkaulah yang berkuasa atas hari esok
Dan kami mohon ya Bapa
Ajarilah kami untuk taat setia

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 6:60-69;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 6:60
Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
Yoh 6:61
Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
Yoh 6:62
Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
Yoh 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
--------
Yoh 6:66
Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Yoh 6:67
Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
Yoh 6:68
Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
Yoh 6:69
dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."
--------

Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup

Saudaraku,
tidak ada cita-cita yang menjadi kenyataan tanpa pengorbanan.
Saya ingatkan kembali bahwa inti dari iman kristen adalah HUBUNGAN atau RELASI bukan aturan-aturan agama, yaitu hubungan personal dengan Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus berfirman bahwa daging sama sekali tidak berguna.
Kita sering mendengar istilah mati raga, mengalahkan keinginan daging sehingga kita hidup oleh Roh.
Lalu apakah kita harus seperti pertapa, tidak makan ini dan itu, tinggal ditempat yang sepi menjahui keramaian?
Tentunya tidak harus seperti itu, dalam keseharian kita bisa bermati raga.
Seperti berdiam diri saat dituduh tidak adil, tetap ramah dan santun saat dicaci maki.
Penuh kesabaran dan selalu mengutamakan cinta kasih dalam keluarga, masyarakat, komunitas dan dimanapun kita berada.
Maka jangan pernah sia-siakan jika ada kesempatan untuk mengalah, itulah yang namanya pengorbanan.

Saudaraku,
tentunya kita semua ingin hidup benar dihadapan Tuhan, hidup kudus seperti Tuhan Yesus.
Maka segala sesuatu yang tidak membawa kita dekat kepada Allah adalah penghalang, singkirkanlah itu sekarang dan janganlah ditunda-tunda.
Taklukanlah diri kita sedari awal, jangan sampai kemarahan, kebencian, iri hati, keserakahan menaklukan kita lebih dulu.
Kenyataannya jiwa dan raga selalu bermusuhan, jiwa akan kembali kepada Allah dan raga akan membusuk di bumi.
Seperti Tuhan Yesus yang telah mengalahkan maut, bangkit dari antara orang mati, setiap orang yang percaya kepada-Nya dan yang berhasil mengalahkan keinginan daging, ia akan hidup kekal bersama-Nya.
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal(Bdk Yoh 3:36)

Saudaraku,
keinginan daging tidak selalu nampak sangat nyata, kita harus selalu menyadari dan waspada, bisa saja hanya seperti tusukan duri-duri kecil.
Karena tidak terlalu sakit, maka kita menjadi terbiasa, dan lalu tidak sadar berubah menjadi penguasa hidup kita.
Maka setiap detik kita harus perkasa, selalu siap untuk bertempur mengalahkan keinginan daging.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 11 Mei 2019

Allah Bapa kami
Terimakasih Roh-Mu tinggal dalam hidup kami
Menuntun kami untuk hidup kudus dan rendah hati
Dan yang mengajar kami untuk taat kepada-Mu

Kami sadar bahwa kami tidak mungkin luput dari godaan
Oleh karena itu kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk memaksa tubuh yang lemah ini agar selalu waspada, berjaga-jaga dan berdoa
Dan hati kami tidak mudah terombang-ambing oleh gelombang keinginan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 6:52-59;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 6:52
Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
Yoh 6:53
Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
Yoh 6:54
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
Yoh 6:55
Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
Yoh 6:56
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
Yoh 6:57
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
Yoh 6:58
Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
--------

Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan

Saudaraku,
selamat datang di kehidupan Tuhan Yesus Kristus.
Ia datang sebagai Terang ke dunia yang gelap.
Ia membawa kasih ke dunia yang dikuasai oleh permusuhan.
Oleh sebab itu dunia merasa terusik, tidak nyaman dan menolak Dia.
Bahkan dianggap menghujat Allah saat Ia berkata Aku dan Bapa adalah satu, walaupun Ia melakukan pekerjaan Allah, yang pekerjaan itu mustahil dilakukan oleh manusia.
Ia telah membuat keajaiban besar namun mengapa orang-orang yang melihat dan menerima keajaiban itu tidak bisa melihat bahwa Ia adalah Allah?

Saudaraku,
dari empat Injil, hanya Injil Yohanes yang tidak mengisahkan Perjamuan Terakhir, namun Yohanes memberi kesaksian yang luar biasa tentang Sakramen Maha Kudus atau Sakramen Ekaristi.
Bahwa melalui Sakramen Maha Kudus kita sungguh-sungguh menyatu dengan Allah dalam Tubuh dan Darah Kristus, sebab daging-Nya adalah benar-benar makanan dan darah-Nya adalah benar-benar minuman.
Maka seharusnya kita menyambut Sakramen Maha Kudus dengan hormat dan rendah hati.
Sebab Tuhan Yesus akan hadir menyatu dalam diri orang yang rendah hati dan akan membuka pikiran bagi mereka yang hatinya murni.
Sehingga mereka akan melihat dan menerima keajaiban, yang tidak akan pernah bisa dipahami oleh orang-orang mengandalkan pikirannya sendiri.
Maka kita harus berusaha sangat keras supaya tidak lekat dengan keinginan daging, keinginan pancaindra.
Dengan selalu mengarahkan pandangan kita kepada salib Kristus.
Sebab wafat Kristus di kayu salib adalah korban persembahan tubuh-Nya yang menggantikan dosa-dosa kita.
Ia memberikan Tubuh dan Darah-Nya menjadi makanan dan minuman kita, untuk menuju kehidupan kekal.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 10 Mei 2019

Allah Bapa kami
Diatas altar salib-Mu
Kami letakan semua dosa dan pelanggaran kami
Kami mohon pengampunan-Mu

Kepada-Mu juga kuserahkan segala yang baik meskipun tidak banyak jumlahnya
Kami mohon Engkaulah yang menyempurnakannya
Dan kami percaya rahmat-Mu akan selalu memberikan kekuatan kepada kami
Mengarahkan hidup kami kepada kebaikan
Dan akan membawa kami sampai kebahagiaan abadi di sorga

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin