"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 8:19-21;

Luk 8:19
Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
Luk 8:20
Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau."
Luk 8:21
Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."
--------

Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya

Saudaraku,
tentu tidak asing lagi untuk kita, istilah "orang dekat".
Terutama di negara kita tercinta Indonesia.
Orang yang dekat dengan kekuasaan selalu dimanfaatkan dan memanfaatkan untuk memperoleh berbagai macam kemudahan.
Bahkan untuk mendapatkan proyekpun bisa melalui jasa orang dekat.

Saudaraku,
kita bukan hanya "orang dekat", Tuhan Yesus,
Tetapi "saudara", jika kita melakukan kehendak Allah.
Kita yang melakukan kehendak-Nya dipersatukan oleh sakramen-sakramen-Nya supaya kita semakin "sedarah" dengan-Nya.
Lalu pertanyaan yang sangat penting untuk kita:
Bukankah kita semua selalu ingin menjaga nama baik keluarga?
Jika demikian kita harus dengan sungguh-sungguh menjaga hidup kita, karena kita adalah Keluarga Allah.

Saudaraku,
masuklah kedalam kehidupan Kritus.
Disitu engkau akan belajar bagaimana mengusahakan kekudusan, ingat Allah itu kudus.
Perhatikan "melakukan firman Allah" tanpa kekudusan adalah omong kosong.
Misalnya saja hal memberi, apakah kita bisa sungguh-sungguh tulus dan ikhlas?
Atau saat kita menolong atau membantu orang lain, apakah kita bisa sungguh-sungguh tulus dan ikhlas?
Selama kita belum bisa "mematikan daging", sulit untuk mencapai kekudusan.
Tetapi berbahagialah karena Tuhan Yesus memberikan kepada kita Roh Kudus.
Roh Kudus lah yang selalu menjaga dan menuntun kita untuk selalu mengusahakan kekudusan.
Roh Kudus pula yang selalu membuat telinga kita mendengar dan mata kita melihat.
Kesucimurnian atau kekudusan akan Tuhan anugerahkan bila kita dengan sungguh-sungguh memohonnya dengan penuh kerendahan hati.
Dengan demikian kita adalah saudara-saudara Tuhan Yesus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau jadikan kami saudara-saudaraMu
Dan terimakasih Engkau tidak pernah meninggaljan kami sendirian
Engkau selalu berada didekat kami
Menuntun kami dan memberikan kekuatan kepada kami
Supaya dalam segala keadaan kami tetap setia hidup dalam kekudusan
Kami mohon berilah kami telinga yang mendengar dan mata yang melihat

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 8:16-18;

Luk 8:16
"Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
Luk 8:17
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
Luk 8:18
Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."
--------

Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan

Saudaraku,
Melalui perkataan, tindakan, dan kehidupan Tuhan Yesus, manusia diberi kesempatan untuk mengetahui kebenaran yang lengkap mengenai nilai kehidupan manusia.
Ingatlah bahwa kehidupan manusia menemukan kepenuhannya dalam kehidupan Yesus Kristus.
Saudara dan saya menemukan kepenuhan dengan menjalani kehidupan Tuhan Yesus.
Kita adalah individu yang unik, kita masing-masing dipilih untuk menjalani kehidupan Tuhan Yesus dengan cara yang unik dan penuh kuasa, terbenam dalam kebenaran-Nya dan dipenuhi dengan darah-Nya yang memberi hidup.

Saudaraku,
di dalam hati setiap manusia ada kerinduan akan kepenuhan hidup.
Oleh karena itu selalu muliakanlah Allah dalam hidup kita dengan berbagai cara.
Sebab Ia yang membuka mata dan telinga kita sehingga kita "mengetahui kebenaran" didalam Kristus.
Dan tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan.
Jadi kita harus memperhatikan "cara kita mendengar", supaya kita tetap berada di jalan Allah.
Perhatikan, "suara dunia" selalu lebih jelas terdengar dan selalu lebih menarik dan nampaknya masuk akal.
Oleh karena itu perbaruilah "pustaka rohani" kita dengan berbagai cara dan usaha.
Dan "gunakan mata iman" dalam melihat segala sesuatu.
Supaya kita tidak mudah disesatkan dan dibutakan oleh berbagai macam tipu daya daging.

Saudaraku,
kita tidak sendirian, Roh Kudus yang berdiam dalam jiwa kita selalu menolong kita.
Kendalikanlah pikiranmu, keinginanmu dan usaha-usahamu untuk tunduk hanya kepada Roh.
Dan hiduplah dalam "kehadiran Allah".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Engkau nyatakan perbuatan-perbuatan-Mu melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Dan dengan belas kasih-Mu, Engkau selamatkan kami
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu taat kepada penglihatan dan pendengaran kami akan Engkau
Supaya dalam segala keadaan, Kau dapati kami setia hidup dalam kehendak-Mu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 9:30-37;

Mrk 9:30
Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
Mrk 9:31
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
Mrk 9:32
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
Mrk 9:33
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"
Mrk 9:34
Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
Mrk 9:35
Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Mrk 9:36
Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
Mrk 9:37
"Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."
-------

Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya

Saudaraku,
Guru ilahi kita mengajarkan: siapa yang ingin menjadi yang pertama, ia harus menjadi yang terakhir dan menjadi pelayan bagi semua.
Kehormatan bukanlah bagi dia yang duduk di meja, tetapi bagi yang rendah hati dan yang menjadi pelayan.
Bahkan Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita: Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.
Cukup jelas, mereka nanti yang akan masuk di Kerajaan-Nya, adalah seseorang yang rendah hati.

Saudaraku,
dunia memberi tahu kita bahwa kita perlu "maju" dalam hidup, untuk menaiki tangga jabatan perusahaan, untuk mencari kekuasaan dan posisi, untuk mencapai puncak.
Tidak ada yang salah tentang itu semua, tetapi apapun jenis kekuasaan di dunia ini jika tidak disertai dengan kerendahan hati, hanya akan mengantar seseorang menuju kepada kematian.
Maka harus hati-hati dalam menyikapi setiap dorongan hati dalam hal "kekuasaan".
Jika tidak hati-hati bisa dijadikan "perangkap oleh si jahat".
Perhatikan ketika hati dikuasai oleh ambisi, dalam waktu yang sama, akan timbul iri hati.

Saudaraku,
jangan letakkan hati kita pada "kekuasaan" di dunia ini.
Tetapi kuasailah hati kita dengan belas kasih dan kerendahan hati.
Jika kita tidak hati-hati, segala bentuk ambisi kekuasaan justru akan memperbudak kita.
Maka carilah kegemberiaan dalam penghinaan bukan dalam kekuasaan, supaya kita tidak menjadi budak keinginan.
Hindari segala bentuk kesenangan, kenikmatan, kepuasan nafsu, kehormatan, penghargaan dan gelar-gelar.
Dan jaga dengan sungguh-dungguh supaya hati kita tidak terpikat dan terikat oleh keduniawian.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan kerendahan hati yang luar biasa dan yang sempurna
Kami mohon kuasailah hati kami dengan teladan-Mu
Bukalah mata dan telinga kami hanya kepada karya-karya-Mu
Dan penuilah hati kami dengan belas kasih-Mu
Supaya kami tidak lagi tertarik kepada segala bentuk kenikmatan daging

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 9:9-13;

Mat 9:9
Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
Mat 9:10
Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
Mat 9:11
Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Mat 9:12
Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
Mat 9:13
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
--------

Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia

Saudaraku,
dalam budaya tempat Matius hidup, orang Farisi memiliki pengaruh yang kuat terhadap cara berpikir orang.
Para pemimpin agama pada saat itu memiliki pengaruh yang kuat.
Setiap hari, mereka akan menghabiskan waktu mempelajari hukum-hukum Taurat dan mendiktekan kepada semua orang Yahudi tentang cara hidup yang benar dan cara hidup yang salah.
Ke mana pun mereka pergi, mereka akan membusungkan dada, mereka mengenakan jubah yang panjang dan mencari-cari kesalahan orang.
Mereka meyakinkan orang-orang bahwa mereka tidak cukup baik bagi Tuhan kecuali mereka melakukan ini atau itu.
Matius termasuk orang "yang dihakimi mereka", menurut mereka pemungut cukai adalah orang yang berdosa.
Menurut mereka Matius adalah orang yang najis.
Tetapi Tuhan Yesus tidak melihat apa yang mereka lihat, sebab Tuhan Yesus tidak melihat dengan "mata yang menghakimi".

Saudaraku,
dengan cara yang sama Tuhan Yesus melihat kita, Ia melihat kita dengan penuh kasih.
Ia mendekat kepada kita, seperti Ia mendekat kepada Matius.
Ia memanggil kita, seperti Ia memanggil Matius.
Ia ingin kita "menjadi manusia baru", meninggalkan cara hidup kita yang lama dan hidup baru bersama-Nya.
Kita telah menerima rahmat surgawi dan kasih Ilahi.
Kasih Ilahi mengalahkan segala-galanya dan meneguhkan kekuatan jiwa.
Kasih Ilahi tidak menghakimi.
Maka marilah kita selalu menyadari itu.
Supaya kita bisa sungguh-sungguh hidup seperti St. Matius.
Meninggalkan semua kebiasaan lama dan hidup baru didalam Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Dengan penuh belas kasih Engkau memanggil kami
Kau jadikan kami manusia baru dan Engkau penuhi kami dengan rahmat surgawi dan kasih Ilahi
Selama hidup, kami hanya ingin mengabdi kepada-Mu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendak-Mu
Dan sudilah Engkau melengkapi semua kekurangan-kekurangan kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 8:1-3;

Luk 8:1
Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
Luk 8:2
dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
Luk 8:3
Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.
-------

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka

Saudaraku,
para perempuan yang telah disembuhkan mengikuti Tuhan Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah.
Apakah para perempuan itu mengikuti Tuhan Yesus karena telah disembuhkan?
Banyak orang telah disembuhkan Tuhan Yesus.
Banyak orang yang telah mengalami keajaiban Tuhan Yesus.
Dan banyak orang yang melihat dan mengalami belas kasih didalam Tuhan Yesus.
Tetapi tidak semua "mau" mengikuti Tuhan Yesus dan tidak semua tekun sampai akhir.

Saudaraku,
permenungannya: apakah kita sungguh-sungguh mengikuti Tuhan Yesus?
Mengikuti Tuhan Yesus berarti mengabaikan segala kesia-siaan dunia.
Artinya kita tidak mudah terpikat segala bentuk kesenangan dan kepuasan duniawi.
Bijaksana dalam perkataan dan dalam tingkah laku.

Saudaraku,
kita harus menyadari bahwa mengikuti Tuhan Yesus itu mudah dan tetapi tekun sampai akhir itu sulit.
Artinya begini, tidak ada syarat apapun untuk mengikuti Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus menerima semua orang yang datang kepada-Nya.
Tetapi bertahan hidup bersama Tuhan Yesus tidaklah mudah.
Sebab setiap orang lebih suka bersandar kepada dirinya sendiri.
Perhatikan setiap orang mengandalkan dirinya sendiri, cinta diri dan senang membanggakan diri.
Dan perhatikan, ada orang yang awalnya sangat taat, tetapi kemudian justru meninggalkan Tuhan Yesus.

Saudaraku,
mari kita melihat diri kita sendiri, apakah saat ini kita mengikuti Tuhan Yesus atau mengikuti diri kita sendiri.
Bangunlah selalu kesadaran bahwa kita harus selalu dekat dengan Tuhan Yesus.
Buanglah segala bentuk cinta diri, sebab menjauhkan dan bahkan bisa memisahkan kita dengan Tuhan Yesus.
Layanilah Tuhan Yesus dengan seluruh hidupmu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami
Maka dengan rendah hati kami serahkan hidup kami untuk melayani-Mu
Pakailah hidup kami untuk menghadirkan belas kasih-Mu dan mewartakan kerajaan-Mu
Dan kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk keinginan yang bisa menjauhkan kami dengan Engkau

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa