Dalam keimanan Katolik, Imanuel adalah nama gelar yang disematkan untuk Tuhan Yesus. Imanuel berarti Allah beserta kita.
Iman ini mengajak kita untuk membangun keyakinan bahwa Allah baik, Allah ada, dan Allah menyertai kita semua.
Bacaan I hari ini (Yer 20:10-13), berkisah bagaimana Yeremia dibuat gentar dan takut. Setiap sudut seolah ada mata mengintai yang menunggu dia tersandung. Semua ingin mengadukannya.
Yesus dalam Injil hari ini (Yoh 10:31-42), pun dikisahkan serupa. Dia dikejar untuk dicari kesalahan-Nya lalu diadili.
Mungkin, kita juga mempunyai pengalaman yang mirip. Ketika, banyak mata mengintip, sekian telinga tertuju dan ada orang-orang yang mencari-cari kesalahan. Maka, membangun keyakinan bahwa Allah beserta kita - Imanuel, bukan perkara yang mudah.
Tak jarang pertanyaan mengapa ini terjadi, sering lebih menghantui dan menggelisahkan untuk mendapat jawaban segera. Dan akhirnya, sungguh kegelisahan itu yang memenuhi kalbu.
Dari sebab itu, keyakinan bahwa Allah menyertai kalah dengan gelisah dalam hati.
Serupa namun tak sama, ketika Corona merebak dimana-mana; pertanyaan mengapa terjadi dan bagaimana terjadi; lebih menarik dan menuntut jawaban segera. Keterangan dari banyak ahli (dan yang ditulis sebagai ahli) yang membanjiri kita, pun tak selalu membuat kita tenang. Bahkan, sering terjadi keterangan yang muncul justru membuat kita semakin gelisah.
Akhirnya kegelisahan-kegelisahan yang menumpuk, membuat kita semakin sulit untuk yakin dan percaya bahwa Allah sungguh menyertai kita.
Bukankah sejatinya kita semua dipanggil untuk hidup dengan suka cita karena Allah beserta kita (Imanuel)? Akan tetapi, kekawatiran dan cemas dunia membuat iman kita lelah dan lemah.
Allah tak lagi menjadi pusat hidup kita. Tuhan tak lagi menjadi andalan, ketika kita gampang digelisahka oleh aneka berita dan informasi.
Mari kembali kepada doa. Mari terus membangun keyakinan kita. Karena, semakin bertambah orang yang yakin bahwa semua ini akan berakhir baik, maka terjadilah seturut iman kita bahwa semua akan kembali baik. Amin
Berkah dalem
