Cetak halaman ini

Pernah ada kisah ketika seseorang mengalami pengalaman terpuruk sangat dalam, hingga hidup tak lagi bermakna. Sampai satu ketika, dia bertemu dengan seseorang yang bisa memberi penghiburan, sehingga dia kembali mendapat pegangan. Saat itulah, dia merasa bahwa hidup mendapat makna baru. Cara berpikir, merasa dan bertindaknya; sudah berubah.

Hari ini, Senen Biasa Pekan Paskah II, Injil Yohanes 3:1-8 mengajak kita merenung tentang makna lahir kembali. Gusti Yesus berbicara kepada Nikodemus, yang adalah pemimpin agama Yahudi, “…jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Kata-kata Gusti Yesus ini, membingungkan Nikodemus. Sebab, bagaimana mungkin seorang yang sudah tua bisa masuk kembali ke Rahim ibunya, dan dilahirkan kembali? Mungkin, kita pun juga akan bertanya dengan pertanyaan serupa: bagaimana mungkin hal itu terjadi?

Namun, yang dikehendaki oleh Gusti Yesus bukanlah lahir secara jasmani berupa daging, layaknya kelahiran yang biasa. Yang dikehendaki oleh Gusti Yesus, adalah kelahiran dari air dan roh. Dengan pencurahan air dan roh itu, kita diberi cara pandang (cara berpikir, merasa dan bertindak) yang baru.

Ajaran ini tidak mudah, bahkan sulit untuk dinalar. Namun, cara pandang baru itu menjadi kekuatan manakala kita mengalami kejatuhan. Sehingga, kendati kita terjatuh kita mendapat kekuatan untuk bangun lagi. Dan, setiap kali kita mampu untuk bangun kembali, saat itulah kita menemu makna baru tentang kehidupan. Dan, itulah arti dari lahir kembali.

Merasakan pademi COVID-19 yang terjadi, kita bisa mensikapi dengan kekawatiran, keluhan, ratapan, atau segala macam umpatan. Namun, kita juga mempunyai pilihan untuk mensikapi dengan keyakinan, solidaritas, kepedulian sembari semakin tekun dalam doa.

Maka, mari kita hadapi bersama pandemi COVID-19 ini dengan keyakinan iman kita, sembari terus membangun kepedulian. Mari kita berharap agar COVID-19 in menjadi sarana kita untuk lahir kembali. Lahir memeluk SALIB Kristus, agar kita boleh berharap untuk turut serta bangkit bersama Nya manakala saatnya tiba.

Tuhan memberkati. Amin

Berkah dalem

 
Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Yohanes K. Sugiyarta