Cetak halaman ini

Pernahkah melihat, atau mungkin malah mengalami sendiri, ketika hadir dalam resepsi dan semua makanan yang disajikan tampilannya menggugah selera? Strategi yang dilakukan adalah, semua makanan diambil sedikit-sedikit dengan maksud untuk mencicipi. Setelah sampai di ujung meja, ternyata piring penuh sekali dan akhirnya, makanan tidak habis disantap.

Tentang makanan, ternyata ada yang makan untuk menjaga kesehatan namun ada yang makan karena memang senang makan. Malahan, ada yang makan sekedar untuk mencari kesenangan. Artinya, ketika stress dia akan mencari makan untuk menghibur diri.

Hari ini, Selasa Pekan Paskah III, bacaan Injil diambil dari Yohanes 6:30-35. Yang menjadi bahasan dalam Injil hari ini pun soal makanan, yaitu roti dari surga. Kepada orang banyak itu, Gusti Yesus mengatakan bila bukan Musa yang memberi mereka roti dari surga, melainkan Bapa.

Roti yang dari surga adalah roti yang berasal dari Allah dan itu memberi hidup. Ketika mereka meminta roti yang bisa memberi hidup itu, Gusti Yesus menajwab, ”Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

Serupa dengan orang banyak itu, kita pun merindu untuk mendapatkan roti yang bisa memberi hidup. Sebab, makanan yang kita makan sehari-hari memang mengenyangkan akan tetapi tidak menjamin bisa memberi kita hidup selamanya. Sedangkan roti yang ditawarkan oleh Gusti Yesus adalah roti yang menjamin kita tidak akan haus dan lapar lagi.

Maka, marilah kita datang dan percaya kepada-Nya. Jangan sia-siakan hidup kita dengan menghambur-hamburkan waktu dan kesempatan, melulu hanya untuk mencari makanan yang nanti akan membuat kita lapar dan haus lagi. Sebab, segala sesuatu yang materi dan duniawi ini sifatnya hanyalah sementara saja.

Dalam pandemi COVID-19 ini pun, kita harus yakin dan percaya bahwa akan segera usai pada waktunya. Janganlah was-was dan khawatir memenuhi batin kita terus menerus. Namun, dengan kreatif kita mencari cara agar kita tetap suka cita dan terus menyala api harapan dalam diri kita. Marilah bertolong-tolongan untuk menemukan roti surga, sehingga hidup kita tetap penuh warna dan suka cita.

Tuhan memberkati. Amin
Berkah dalem

 
Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Yohanes K. Sugiyarta