Pernah terjadi, kecelakaan sepeda motor di sebuah jalan raya. Polisi yang menangani kejadian, mencari di antara warga yang melihat untuk dijadikan saksi. Rerata, warga menolak permintaan ini karena, menjadi saksi itu susah, ikut semua sidang dan salah-salah malah terseret perkara. Itu adalah pikiran mereka, walau sejatinya tidak seperti itu.
Menjadi saksi, adalah posisi penting untuk memutus sebuah perkara. Saking pentingnya posisi saksi dalam sebuah perkara, ada yang sanggup berikhtiar untuk membuat atau membeli saksi-saksi palsu.
Dalam Injil hari ini (Lukas, 24:35-38), Tuhan Yesus Kristus memberi penampakan kepada murid yang lain. Ini adalah penampakan kedua setelah penampakan kepada 2 murid di Emaus, kemarin. Di akhir bacaan, Gusti Yesus mengatakan jika mereka semua adalah saksi dari semuanya ini.
Mula awal penampakan, Gusti Yesus menyapa mereka dengan kalimat, damai sejahtera bagimu. Namun, bukan damai yang mereka rasakan tetapi justru adalah ketakutan, karena mereka berpikir telah melihat hantu. Maka, Gusti Yesus meminta makanan dan diberi sepotong ikan goreng. Cara ini rupanya meyakinkan mereka bila yang ada di hadapan mereka adalah sungguh-sungguh Gusti Yesus, sehingga tenteramlah hati mereka. Maka, Gusti Yesus lalu memberi wejangan tentang isi seluruh Kitab Suci.
Gusti Yesus juga menunjukkan bahwa penderitaan dan kebangkitan ada, sebagai penggenapan isi Kitab Suci. Dengan cara itu, para Murid diyakinkan bila kesengsaraan Miseas adalah kenyataan yang harus terjadi demi terjadinya keselamatan. Gusti Yesus pun menutup wejangan dengan meminta mereka semua menjadi saksi. Kamu adalah saksi dari semuanya ini...
Hal ini menjadi renungan tersendiri bagi kita semua, yang bertekun menekuni iman dan harapan. Bahwa, penderitaan, kesusahan dan kesedihan pasti ada ujungnya. Karena kita yakin dan percaya, bahwa Allah terus bekerja dalam situasi seperti apapun. Ada kehendak Allah yang terus bekerja, melalui apapun dan siapapun demi menjadikan segala sesuatu baik. Sebab, kehendak Bapa tidak pernah menyesatkan (Providentia Dei Non Valitur).
Maka, ketika kita tahu akhir dari sebuah kisah derita, susah dan sedih, dengan suka cita kita menjadi saksi atas karya baik Allah itu. Dari sebab itu, marilah tetap bertekun dalam iman dan harapan dengan terus menekuni sabda Tuhan. Agar, kita pun menjadi saksi-saksi karya baik Allah.
Tuhan memberkati. Berkah dalem. Amin
